PasarSaham

Tiga Hari Melesat, SCMA Dipompa Aksi Borong Saham EMTK

224
Tiga Hari Melesat, SCMA Dipompa Aksi Borong Saham EMTK
Saham SCMA melesat 27,57% dalam tiga hari perdagangan seiring aksi borong 325 juta saham oleh EMTK. Kepemilikan EMTK kini tembus 66,11%.

Aksi Borong EMTK Bikin Saham SCMA Melejit Tiga Hari Beruntun

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menjadi sorotan pelaku pasar setelah mencatat lonjakan harga spektakuler selama tiga hari berturut-turut hingga perdagangan Selasa (5/8/2025).

Reli saham SCMA bukan terjadi begitu saja, melainkan diiringi oleh aksi beli besar-besaran dari induk usahanya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yang secara agresif mengakumulasi saham anak usahanya tersebut.

Dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, SCMA menempati posisi tiga besar top gainers LQ45 dan mencetak kenaikan agregat hingga 27,57%, sebuah performa yang jarang terlihat di saham media belakangan ini.

Kenaikan ini memicu perhatian investor institusi dan ritel karena terjadi bukan dalam kondisi pasar yang secara umum bullish, melainkan di tengah tren selektif terhadap sektor-sektor tertentu.

Strategi akumulasi saham yang dilakukan EMTK tampaknya berhasil mengangkat kembali sentimen terhadap emiten media yang selama ini dinilai undervalue di tengah disrupsi digital.

Rinci Lonjakan Saham SCMA dan Peran Sentral EMTK

Kenaikan tajam saham SCMA dimulai sejak Jumat (1/8/2025), ketika harga sahamnya melonjak 14,59% dari Rp 185 menjadi Rp 212 dan langsung menduduki posisi pertama top gainers indeks LQ45.

Kinerja tersebut dilanjutkan pada Senin (4/8/2025) dengan kenaikan 5,66% ke Rp 224 dan kembali masuk daftar dua besar saham dengan performa tertinggi.

Pada Selasa (5/8/2025), saham SCMA melanjutkan relinya dengan kenaikan 5,36% ke level Rp 236, menjadikannya satu dari sedikit saham media yang mampu mencatat tren naik konsisten di tengah volatilitas pasar.

Dalam waktu tiga hari perdagangan, nilai kapitalisasi pasar SCMA bertambah signifikan, mendorong kapitalisasi sektor media naik dan menggeser sentimen investor terhadap subsektor penyiaran.

Katalis utama kenaikan ini adalah aksi borong saham yang dilakukan EMTK, yang dalam waktu hampir sepekan menggelontorkan dana jumbo untuk membeli saham SCMA di pasar reguler.

Strategi Aksi Korporasi EMTK Dorong Kenaikan Harga

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), selaku pemegang saham pengendali SCMA, secara bertahap menambah kepemilikannya sejak akhir Juli 2025.

Total saham yang diborong EMTK mencapai 325,02 juta lembar, atau setara dengan 0,44% dari seluruh saham SCMA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Transaksi dilakukan dalam tiga hari berbeda, yakni pada 28 Juli, 1 Agustus, dan 4 Agustus 2025, dengan nilai total mencapai Rp 68,43 miliar.

Pada 28 Juli, EMTK membeli 49,56 juta saham di harga rata-rata Rp 193 per saham, kemudian pada 1 Agustus sebanyak 130,69 juta saham di harga Rp 199, dan pada 4 Agustus sekitar 144,75 juta saham di harga rata-rata Rp 227.

Langkah ini langsung berdampak terhadap harga saham SCMA di pasar, karena meningkatkan permintaan signifikan dan memperkuat sentimen bahwa induk usaha masih optimistis terhadap prospek bisnis anak usahanya.

EMTK Kuasai Lebih dari 66% Hak Suara di SCMA

Setelah aksi pembelian ini, kepemilikan EMTK atas saham SCMA meningkat dari sebelumnya 48,57 miliar saham menjadi 48,90 miliar saham.

Kenaikan ini membuat porsi hak suara EMTK atas SCMA bertambah dari 65,67% menjadi 66,11%, memperkuat kontrol strategis terhadap arah manajemen dan ekspansi perusahaan media tersebut.

Menurut keterangan resmi dari Sekretaris Perusahaan EMTK, Titi Maria Rusli, aksi beli saham ini dilakukan sepenuhnya sebagai langkah investasi jangka panjang, dengan status kepemilikan langsung oleh perseroan.

Peningkatan porsi kepemilikan EMTK ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa induk usaha masih melihat nilai strategis dari SCMA, terutama di tengah konsolidasi industri media dan transformasi digital konten.

Langkah ini juga memperkuat posisi EMTK sebagai holding media terdepan di Tanah Air, sekaligus menjadi katalis positif bagi saham-saham media lainnya di bursa.

Investor Buru Momentum, SCMA Kembali Dilirik

Reli SCMA dalam tiga hari terakhir menciptakan momentum yang jarang terjadi pada saham sektor media dalam beberapa tahun terakhir.

Selama ini, saham media cenderung tertekan oleh kekhawatiran atas migrasi penonton ke platform digital dan penurunan belanja iklan konvensional.

Namun, aksi EMTK ini seperti menghidupkan kembali optimisme pasar terhadap potensi bisnis penyiaran yang dinilai masih punya daya tarik, terutama bila dikombinasikan dengan strategi digitalisasi konten.

Investor ritel dan institusi kini kembali melirik saham SCMA, melihat peluang kenaikan jangka pendek sekaligus kemungkinan valuasi rerata sektor yang bisa terdongkrak jika reli berlanjut.

Meski demikian, pelaku pasar tetap akan mencermati kelanjutan strategi bisnis SCMA dan arah kebijakan EMTK, terutama menyangkut monetisasi konten digital dan perluasan jangkauan pasar.

Mengenal Profil Emiten: SCMA, Raksasa Media dari Grup EMTK

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) adalah salah satu perusahaan media penyiaran terkemuka di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 16 Juli 2002.

SCMA beroperasi di sektor barang konsumen non-primer, khususnya subsektor media dan hiburan dengan fokus pada industri penyiaran, termasuk saluran televisi SCTV dan Indosiar.

Sebagai bagian dari grup EMTK, SCMA memiliki peran penting dalam lanskap media nasional, mengandalkan kekuatan konten hiburan dan acara prime-time dengan jangkauan pemirsa luas.

Perseroan juga tengah gencar mendorong transformasi digital dengan mengintegrasikan platform streaming, konten original, dan distribusi multi-platform untuk memperkuat posisi di era digital.

Dalam peta industri, SCMA memiliki potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, terutama jika mampu mengakselerasi model bisnis hybrid antara penyiaran konvensional dan digital.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version