Nasional

TNI AL Bersama Nelayan Bongkar Pagar Laut di Tangerang

72
tni al bersama nelayan bongkar pagar laut di tangerang kompres
TNI AL bersama nelayan melanjutkan pembongkaran pagar laut di Tangerang sepanjang 5 km untuk mempermudah akses melaut. Hingga kini, 18,7 km telah dibongkar.

TANGERANG, BursaNusantara.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama ratusan nelayan kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut yang menghambat akses melaut di wilayah utara Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/2/2025). Pembongkaran ini menargetkan 3 hingga 5 kilometer per hari, bergantung pada kondisi cuaca.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, Abudin, mengungkapkan bahwa dalam operasi kali ini, TNI AL menerjunkan 20 personel dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten. Sementara itu, nelayan yang terlibat mencapai lebih dari 175 orang dengan dukungan puluhan perahu.

“Kita mengikuti pembongkaran di tiga titik. Di perairan Kronjo ada 30 perahu dengan 90 nelayan, di perairan Mauk ada 17 perahu dengan 50 nelayan, dan di perairan Pakuhaji ada 15 perahu dengan 35 nelayan. Hari ini targetnya 3 hingga 5 kilometer, tergantung kondisi cuaca,” ujar Abudin.

Baca Juga: Produksi Nikel DKFT Meroket, Optimisme Kinerja 2025 Meningkat


Pagar Laut Menghambat Aktivitas Nelayan

Pagar laut sepanjang 30,16 km ini telah lama menjadi keluhan para nelayan setempat. Pagar yang dibangun dari bambu tersebut menghambat jalur keluar-masuk nelayan ke wilayah tangkapan ikan utama, sehingga berdampak pada hasil tangkapan dan kesejahteraan mereka.

Menurut Abudin, hingga saat ini pagar laut yang berhasil dibongkar telah mencapai 18,7 kilometer. Masih tersisa 11,46 kilometer lagi yang harus dibersihkan agar akses laut kembali terbuka lebar.

“Pembongkaran di perairan Kronjo sebelumnya baru 50%, hari ini kami berharap bisa mencapai 60%,” tambahnya.


Cuaca Buruk Sempat Menghambat Proses Pembongkaran

Proses pembongkaran pagar laut sempat tertunda selama tujuh hari akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda perairan utara Kabupaten Tangerang. Namun, dengan kondisi yang mulai membaik, TNI AL dan para nelayan kembali bergerak untuk menuntaskan tugas ini.

Pembongkaran dilakukan dengan metode sederhana namun efektif, yakni mengikat pagar bambu yang menghambat jalur perahu, lalu menariknya dengan bantuan kapal nelayan. Setelah itu, sisa-sisa pagar diangkut ke daratan agar tidak mencemari lingkungan perairan.


Nelayan Harapkan Penyelesaian Penuh Secepatnya

Dengan target pembongkaran yang terus dikejar, diharapkan seluruh pagar laut dapat diratakan dalam beberapa pekan ke depan. Para nelayan menyambut baik langkah ini karena akan mempercepat pemulihan jalur perahu mereka dan meningkatkan hasil tangkapan ikan yang selama ini terhambat.

Baca Juga: Korea Utara Buka Kembali Tur Wisata untuk Peringatan Ulang Tahun Kim Jong Il

“Kalau akses melaut lancar, tentu kami bisa lebih cepat sampai ke titik tangkapan ikan dan hasilnya juga lebih maksimal. Kami berharap pagar ini segera habis dan tidak ada lagi hambatan untuk mencari nafkah,” ujar salah seorang nelayan di perairan Mauk.

Langkah TNI AL dalam membantu nelayan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ke depan, diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memastikan agar kejadian serupa tidak terulang, sehingga kelangsungan hidup nelayan di Tangerang tetap terjaga.

Dengan adanya upaya ini, para nelayan kini bisa lebih optimis dalam menjalankan pekerjaannya tanpa khawatir terhalang pagar yang membatasi pergerakan mereka di laut.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version