Kinerja Keuangan Positif Tahun 2024
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Asuransi Tokio Marine Indonesia menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada tahun 2024.
Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp2,3 triliun, tumbuh 3,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini diumumkan oleh Head of Corporate Planning, Dita Anggrawati, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada Rabu (19/2).
Kinerja positif ini menandakan bahwa perusahaan mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan pendapatan premi meskipun menghadapi dinamika pasar yang kompetitif.
Pendapatan Premi dan Kontribusi Lini Bisnis
Kontribusi dari Berbagai Lini Asuransi
Pendapatan premi yang diperoleh pada 2024 didominasi oleh tiga lini bisnis utama.
- Asuransi Harta Benda: Menyumbang 41,4% dari total premi, mencerminkan permintaan yang kuat atas perlindungan properti dan aset berharga.
- Asuransi Pengangkutan: Menyumbang 31,1%, menunjukkan peran penting layanan asuransi dalam mendukung kegiatan logistik dan distribusi barang.
- Asuransi Kendaraan Bermotor: Menyumbang 12% dari pendapatan premi, menandakan stabilitas di sektor otomotif.
Sisa pendapatan premi berasal dari lini asuransi lainnya, yang turut melengkapi portofolio produk perusahaan. Kombinasi lini bisnis ini membuktikan diversifikasi produk yang baik, memungkinkan perusahaan untuk menyebar risiko dan memanfaatkan peluang di berbagai segmen pasar.
Kesehatan Finansial dan Pertumbuhan Laba
Risk Based Capital (RBC) dan Keunggulan Modal
Dalam hal kesehatan keuangan, Tokio Marine Indonesia menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Perusahaan mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 331,4%, jauh melebihi batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 120%.
Angka ini mencerminkan kapitalisasi yang solid dan kemampuan perusahaan untuk menahan guncangan ekonomi.
Laba Bersih dan Hasil Underwriting
Selain pendapatan premi yang menguat, Tokio Marine Indonesia juga meraih laba bersih sebesar Rp297 miliar pada tahun 2024, tumbuh 22,1% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan laba ini menjadi indikator keberhasilan strategi operasional dan efisiensi biaya.
Hasil underwriting perusahaan mencapai Rp629 miliar, meningkat 14,6% dari pencapaian tahun 2023. Hasil underwriting yang meningkat menandakan bahwa perusahaan tidak hanya mampu mengakuisisi premi, tetapi juga mengelola risiko asuransi dengan efektif sehingga memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.
Strategi dan Posisi Pasar
Pilar Kekuatan dan Ketangguhan Keuangan
Pencapaian positif yang diraih pada tahun 2024 menegaskan ketangguhan dan kekuatan keuangan Tokio Marine Indonesia. Menurut Dita Anggrawati, pencapaian ini merupakan bukti atas kapitalisasi yang solid, kinerja operasional yang menguntungkan, dan posisi pasar yang mapan.
Strategi diversifikasi produk asuransi yang melibatkan beberapa lini bisnis telah memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan pendapatan dan mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar.
Upaya Meningkatkan Efisiensi dan Layanan
Tokio Marine Indonesia juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional melalui inovasi produk dan peningkatan layanan pelanggan.
Perusahaan berfokus pada penyempurnaan sistem manajemen risiko dan pemanfaatan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan andal. Upaya ini tidak hanya mendukung pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan nasabah dan posisi kompetitif di pasar asuransi.
Kinerja keuangan Tokio Marine Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan stabil, dengan pendapatan premi mencapai Rp2,3 triliun, laba bersih tumbuh 22,1%, dan hasil underwriting meningkat 14,6%.
Dengan RBC yang mencapai 331,4%, perusahaan berada dalam posisi yang sangat kuat untuk menghadapi dinamika pasar dan risiko ekonomi.
Pencapaian ini merupakan cermin dari strategi diversifikasi yang efektif dan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional serta pelayanan kepada nasabah.
Sebagai salah satu pemain utama di industri asuransi, Tokio Marine Indonesia terus menunjukkan ketangguhan finansial dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar, yang akan menjadi modal penting dalam mempertahankan keunggulan kompetitif di masa depan.











