Tol Baru Angkat Prospek Saham PANI
JAKARTA, BursaNusantara.com – Proyek Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg-Balaraja (Kataraja) resmi menjadi katalis strategis bagi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), memperkuat konektivitas menuju kawasan PIK 2 dan membuka peluang percepatan kinerja keuangan perseroan.
Optimisme Analis atas Katalis Konektivitas
Peningkatan aksesibilitas yang dihadirkan oleh Tol Kataraja dipandang sebagai elemen kunci dalam mendorong arus kunjungan, baik lokal maupun mancanegara, ke kawasan PIK 2.
Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielin menilai pengoperasian tol ini akan memberikan dorongan langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi kawasan.
Dalam riset terbarunya, Kharel menyebut pengembangan infrastruktur ini berpeluang besar mengangkat capaian prapenjualan PANI di tengah pemulihan iklim ekonomi nasional.
Target prapenjualan PANI pun direvisi naik untuk FY26 menjadi Rp9 triliun, dan FY27 sebesar Rp10,8 triliun, seiring ekspektasi peningkatan permintaan properti di wilayah yang dilayani Tol Kataraja Fase 1.
Lebih dari sekadar akses, tol ini menjadi gerbang utama menuju portofolio properti premium milik kongsi Aguan dan Salim Group yang terintegrasi di kawasan PIK 2.
Dorongan Ekosistem dan Fasilitas Kawasan
Tak hanya mengandalkan konektivitas, prospek cerah PANI turut ditopang dari aktivitas kawasan yang makin hidup berkat kehadiran distrik hiburan, tempat ibadah modern, serta kantor pusat bank besar seperti BCA, Mandiri, dan BNI.
Keberadaan fasilitas unggulan ini diyakini akan memperkuat daya tarik kawasan serta memperbesar potensi permintaan properti residensial maupun komersial.
PANI diproyeksikan akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan properti baru dengan basis permintaan tinggi dan margin harga lahan yang kian menanjak.
Secara fundamental, ekosistem yang sedang dibangun di PIK 2 tidak hanya menyasar kelas menengah atas, namun juga segmen investor institusi dan konsumen global.
Dengan basis permintaan yang luas dan pasar yang terus berkembang, PANI dinilai memiliki landasan kuat untuk menggenjot profitabilitas jangka menengah.
Revisi Proyeksi Kinerja: Jangka Pendek dan Panjang
Meski begitu, tekanan ekonomi global membuat proyeksi kinerja PANI pada FY25 direvisi ke bawah, dari target awal Rp7,5 triliun menjadi Rp5,3 triliun.
Penurunan ini dipicu oleh lemahnya prapenjualan paruh pertama 2025 akibat hambatan ekonomi makro dan tertundanya transaksi karena libur panjang.
Kharel juga menyoroti gangguan dari kebijakan tarif resiprokal AS era Trump yang menimbulkan ketidakpastian, serta suku bunga Bank Indonesia yang masih tinggi di 5,5%.
Kondisi tersebut membuat proyeksi laba FY25 direvisi turun ke Rp755 miliar dari estimasi semula Rp1,1 triliun, turut dipengaruhi oleh pajak one-off sebesar Rp53 miliar.
Meski ada tekanan sementara, outlook jangka menengah tetap positif, dengan prediksi rebound laba menjadi Rp1,6 triliun di FY26 dan Rp2 triliun di FY27.
Prospek Saham: Rekomendasi Beli dengan Upside Tinggi
Dengan mempertimbangkan semua faktor, Kharel mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham PANI, sembari menaikkan target harga menjadi Rp25.075 per saham.
Harga ini menunjukkan potensi kenaikan sebesar 59% dari level perdagangan saat ini di kisaran Rp16.150 per saham.
Katalis positif seperti normalisasi proses serah terima dan kenaikan harga tanah di PIK 2 akan mempertebal margin laba bersih PANI ke depan.
Jika pengembangan infrastruktur dan kawasan tetap berjalan sesuai rencana, PANI berpeluang besar menjadi emiten properti dengan valuasi premium dalam dua tahun mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









