HeadlinePasarSaham

TPIA Pacu Ekspansi Usai Akuisisi Shell Energy Singapore

96
Rp42,3 Triliun Disiapkan Pemerintah Demi Listrik Masuk Desa (1)
TPIA mempercepat ekspansi regional lewat Aster Energy usai akuisisi Shell Singapore. Kolaborasi strategis digenjot dengan Glencore dan Sembcorp.

Akuisisi Shell Jadi Titik Balik Strategi Ekspansi TPIA

JAKARTA, BursaNusantara.com – Setelah mengakuisisi aset Shell Singapore Pte Ltd di Shell Energy and Chemicals Park (SECP), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kian agresif memperkuat posisi regional lewat entitas barunya, Aster Energy and Chemicals Park.

Kini, TPIA bersama mitranya Glencore mendorong Aster sebagai motor utama pertumbuhan di sektor petrokimia Asia Tenggara.

Aster dibentuk sebagai perusahaan patungan antara TPIA dan Glencore pasca akuisisi SECP. Lokasi operasionalnya mencakup Pulau Bukom dan Pulau Jurong, Singapura pusat industri petrokimia strategis di kawasan.

Kolaborasi Energi Strategis Bernilai Triliunan

Dalam langkah lanjut, Aster meneken kemitraan energi dan utilitas dengan Sembcorp Industries, perusahaan energi terkemuka Singapura.

Kerja sama ini mencakup penyediaan gas, listrik, dan layanan utilitas bagi kompleks industri Aster.

Nilai kontrak disebutkan melampaui SGD 650 juta atau sekitar Rp8,27 triliun (kurs Rp12.735). Kesepakatan ini menegaskan komitmen Aster memperkuat operasional terintegrasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain kontrak komersial, Aster dan Sembcorp menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) selama enam bulan. Fokusnya adalah eksplorasi inisiatif strategis lintas Singapura, Indonesia, dan Asia Tenggara.

Baca Juga: PLN Siapkan Rp42,3 T Demi Listrik Masuk 10.000 Desa

Akuisisi CPSC Tambah Aset Strategis TPIA

Beberapa hari sebelum kerja sama ini, Aster mengumumkan akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals Pte Ltd (CPSC) melalui Chandra Asri Capital Pte Ltd. CPSC adalah pemilik fasilitas polietilena berdensitas tinggi (HDPE) berkapasitas 400 kiloton per tahun di Pulau Jurong.

Aksi korporasi ini mempertegas posisi Aster sebagai pemain dominan di petrokimia regional, memperluas portofolio produksi dari hulu ke hilir.

Erwin Ciputra, CEO Grup Aster, menyatakan bahwa kemitraan strategis ini mencerminkan visi jangka panjang Aster untuk membangun masa depan energi dan lingkungan yang berkelanjutan di Asia.

Baca Juga: TPIA Lewat Aster Gaet Sembcorp Garap Proyek Rp8,2 T

Analis: Posisi TPIA Semakin Kuat di Regional

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Utama, menilai akuisisi Shell dan langkah lanjut lainnya merupakan strategi menyeluruh TPIA dan Glencore dalam memperbesar skala bisnis Aster. Menurutnya, langkah ini akan menguntungkan kinerja TPIA secara jangka panjang.

“TPIA ingin memperluas produk, efisiensi rantai pasok, dan memperkuat kehadiran di Asia Tenggara,” ujar Ekky, Kamis (15/5).

Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menambahkan bahwa kerja sama dengan Sembcorp bisa mempercepat kesiapan operasional Aster pasca akuisisi CPSC. Menurutnya, ambisi TPIA terlihat jelas melalui agresivitas ekspansi ini.

Baca Juga: Rilis Ekspor-Impor April Mundur, BPS Ingin Data Akurat

Prospek Saham TPIA Menurut Analis Pasar

Meski prospek bisnis positif, TPIA tetap harus waspada terhadap harga komoditas dan fluktuasi bahan baku, mengingat keterkaitannya dengan harga minyak mentah global.

Ekky merekomendasikan status hold atau buy on weakness jika harga saham TPIA turun ke kisaran Rp8.000 per saham.

Untuk saat ini, investor disarankan wait and see karena harga sudah menguat signifikan dan berpotensi koreksi teknikal.

Sebaliknya, Nafan menyarankan aksi add di area Rp6.800–7.200, dengan target harga jangka menengah Rp8.000–9.700 per saham.

Langkah TPIA mengakuisisi aset Shell bukan sekadar ekspansi biasa ini adalah fondasi untuk membangun dominasi petrokimia Asia Tenggara melalui Aster, dengan dukungan raksasa energi regional dan jaringan industri strategis.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version