KomoditasPasar

Transaksi Komoditi Syariah Naik Pesat, Bukti Perbankan Antusias

198
transaksi komoditi syariah naik pesat bukti perbankan antusias kompres
Transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai Rp 2,01 triliun sepanjang 2024, naik 66% dari 2023. Tren ini tunjukkan antusiasme industri perbankan terhadap ekonomi syariah.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Transaksi komoditi berbasis syariah di Indonesia semakin menunjukkan tren positif, khususnya dalam sektor perbankan. Sepanjang tahun 2024, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatatkan total transaksi mencapai Rp 2,01 triliun. Angka ini melonjak 66% dibandingkan total transaksi tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 1,2 triliun.

Dalam komposisi nilai transaksi tersebut, subrogasi syariah memegang porsi dominan sebesar 81,1%, atau senilai Rp 1,63 triliun. Sementara itu, transaksi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA) menyumbang 18,9% dengan nilai Rp 380 miliar.

Beberapa bank yang telah aktif menggunakan skema transaksi ini meliputi Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Jabar Banten Syariah, PT Bank Muamalat Indonesia, Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk, dan Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi ini mencerminkan semakin kuatnya minat sektor perbankan terhadap produk-produk syariah. Ia juga menambahkan bahwa akumulasi transaksi sejak dimulainya pada tahun 2022 hingga akhir 2024 telah mencapai Rp 4 triliun.

“Ini adalah bukti nyata dari respons pasar terhadap produk komoditi syariah di Indonesia,” ujar Fajar pada Rabu (8/1/2025).


Fokus pada Literasi dan Edukasi

Melihat potensi pertumbuhan yang masih besar, ICDX berencana memperkuat literasi dan edukasi di sektor perbankan pada tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi komoditi syariah di masa mendatang.

“Kami optimistis nilai transaksi pada tahun 2025 mampu menembus Rp 4 triliun,” tambah Fajar.


Mendukung Ekosistem Ekonomi Syariah

Pengamat ekonomi syariah dari Universitas Islam Nusantara Bandung, Dr. Yoyok Prasetyo, menyatakan bahwa pertumbuhan transaksi ini adalah kabar baik bagi ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global.

Transaksi Komoditi Syariah Naik Pesat, Bukti Perbankan Antusias

Menurutnya, untuk mencapai hal tersebut, seluruh pelaku ekonomi, termasuk perbankan, harus terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk berbasis syariah.

Pemerintah juga mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah ini. Dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045, penguatan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu agenda utama.


Optimisme Masa Depan

Pertumbuhan signifikan transaksi komoditi berbasis syariah ini menunjukkan antusiasme yang semakin meningkat dari sektor perbankan dan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, literasi yang terus ditingkatkan, dan inovasi di sektor keuangan, ekonomi syariah Indonesia diyakini akan terus berkembang pesat, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version