Strategi Digitalisasi KPC Tingkatkan Efisiensi Operasional
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bumi Resources Tbk (IDX:BUMI) bersama anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC), terus memperluas transformasi digital sebagai landasan operasional dan strategi bisnis. Filosofi “More than Mining” menjadi pondasi utama di balik inovasi teknologi ini.
Inisiatif digitalisasi KPC dirancang untuk menyederhanakan proses kerja, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan profitabilitas.
Sistem Mine-to-Market Dorong Transparansi End-to-End
KPC menerapkan sistem digitalisasi tambang bernama Mine-to-Market (M2M). Sistem ini mencakup empat teknologi utama: Advanced Blending Optimization (ABO), Coal Flow Coordination Centre (CFCC), Project Execution Dashboard, dan Road Heatmap.
ABO difokuskan pada peningkatan kualitas batubara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal. Sementara CFCC berfungsi mengintegrasikan data dari seluruh rantai pasok ke dalam satu sistem terpadu.
Dengan pendekatan ini, transparansi dari proses penambangan hingga distribusi menjadi lebih terukur dan mudah dianalisis oleh manajemen.
Dashboard Proyek dan Data Jalan Tingkatkan Ketepatan Eksekusi
Project Execution Dashboard dan LOM Dashboard digunakan untuk memantau proyek infrastruktur tambang. Kedua sistem ini memberikan visibilitas yang tinggi terhadap progres pekerjaan.
Sementara itu, Road Heatmap memberikan data aktual kondisi jalan tambang berdasarkan kecepatan dan getaran kendaraan. Informasi ini menjadi acuan bagi tim pemeliharaan jalan untuk memperbaiki titik-titik kritis.
Kendali Operasi Armada melalui FMS
Dalam aspek operasional alat berat, KPC mengoperasikan Fleet Management System (FMS). Sistem ini memungkinkan pemantauan alat berat secara real-time.
FMS membantu mendeteksi penyimpangan dari target operasional secara dini, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Aplikasi Pendukung Tingkatkan Kinerja Divisional
KPC juga mengembangkan berbagai aplikasi pendukung seperti Miners Apps, Real-time Dashboard, dan Control Tower Divisional.
Ketiga aplikasi ini memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data dan mempercepat respon terhadap dinamika operasional harian.
Pembentukan Digital Centre of Excellence (DCoE)
Sejak 2021, KPC membentuk tim khusus bernama Digital Centre of Excellence (DCoE). Tim ini menjadi motor utama percepatan digitalisasi internal perusahaan.
DCoE tidak hanya menjalankan proyek teknologi, tetapi juga membentuk budaya kerja digital yang inovatif dan kolaboratif di seluruh departemen.
IDEKU, Aplikasi untuk Inovasi Internal
Untuk menumbuhkan budaya continuous improvement, KPC mengembangkan aplikasi Ideku sebagai wadah formal bagi seluruh karyawan.
Aplikasi ini memfasilitasi pengumpulan, evaluasi, dan eksekusi ide berdasarkan dampak finansial. Prosesnya dikembangkan secara sistematis agar terkoneksi langsung dengan pengambilan keputusan.
Komitmen BUMI Terhadap Good Mining Practice
Chief Executive Officer KPC, Ashok Mitra, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi elemen kunci pertumbuhan perusahaan ke depan.
“Digitalisasi merupakan elemen kunci yang membantu pertumbuhan perusahaan. BUMI berkomitmen untuk terus memperkuat upaya digitalisasi guna memastikan keunggulan dan daya saing perusahaan, sebagai bentuk nyata penerapan prinsip Good Mining Practice,” ujar Mitra, Sabtu (14/6).
Dengan transformasi digital yang progresif dan menyeluruh, KPC tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pelopor tambang cerdas dan berkelanjutan di Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












