HeadlinePasarSaham

Tren IPO 2024-2025: Prospek Positif Pasar Modal di Tengah Dinamika Global

80
tren ipo 2024 2025 prospek positif pasar modal di tengah dinamika global compress
IPO di Indonesia pada 2024 mencatat raihan Rp14,35 triliun dari 41 perusahaan. Prospek 2025 menjanjikan dengan peluang pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar modal Indonesia sepanjang 2024 diwarnai kesuksesan berbagai perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan total 41 perusahaan yang menggelar Initial Public Offering (IPO), dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp14,35 triliun, menjadikannya salah satu tahun terbaik dalam sejarah IPO di Indonesia.

Pencatatan saham PT Mandiri Daya Inovasi Tbk (MDIY) pada 19 Desember 2024 menjadi penutup rangkaian IPO tahun ini. MDIY berhasil meraih dana sebesar Rp4,15 triliun, menempatkannya di urutan kedua peraih dana IPO terbesar tahun ini. Posisi pertama dipegang oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang meraup dana segar Rp4,32 triliun.

Daftar Peraih Dana IPO Terbesar 2024:

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp4,32 triliun
  2. PT Mandiri Daya Inovasi Tbk (MDIY): Rp4,15 triliun
  3. PT Ancara Logistik Indonesia Tbk (ALII): Rp860,92 miliar
  4. PT AD Kartiko Pratama Tbk (NICE): Rp532,78 miliar
  5. PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD): Rp400 miliar

Momentum Tahun Politik
Kesuksesan IPO pada 2024 tak lepas dari pengaruh momentum politik, seperti pelaksanaan Pemilu 2024, yang menciptakan ketidakpastian di pasar modal. Meski demikian, laporan Deloitte mencatat banyak perusahaan kecil yang memanfaatkan peluang ini untuk menggalang dana melalui IPO.

Jasmin Maranan, Capital Market Advisor Deloitte Indonesia, menjelaskan bahwa para investor domestik dan asing menunggu kejelasan kebijakan fiskal dan moneter di bawah pemerintahan baru. “Tren ini memperlihatkan ketahanan ekonomi Indonesia yang didukung oleh pembangunan infrastruktur dan prospek pertumbuhan domestik yang tetap kuat,” ujar Jasmin.

Prospek IPO di 2025
Tahun 2025 diyakini akan menjadi momen yang lebih cerah bagi pasar modal Indonesia. Maximilianus Nikodemus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa 2025 akan menjadi tahun yang baik untuk perusahaan menggelar IPO. Penurunan tingkat suku bunga yang diantisipasi menjadi salah satu faktor pendorong utama.

Namun, ada tantangan yang perlu diwaspadai, seperti kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berpotensi meningkatkan inflasi global, serta konflik geopolitik yang belum mereda. Kedua hal ini dapat memengaruhi sentimen pasar global dan domestik.

Harapan untuk Pertumbuhan Pasar Modal
Meski ada tantangan global, analis tetap optimistis bahwa pasar modal Indonesia pada 2025 akan terus berkembang. Infrastruktur yang kuat, dukungan pemerintah, dan potensi pertumbuhan ekonomi menjadi pilar utama. “Kami percaya, meskipun ada tantangan eksternal, pasar Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi investor,” tutup Maximilianus.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version