Geser Kebawah
Gaya HidupSeni & Hiburan

Tren Modest Fashion di Indonesia Melesat, Penjualan Naik Tajam

150
×

Tren Modest Fashion di Indonesia Melesat, Penjualan Naik Tajam

Sebarkan artikel ini
Tren Modest Fashion Di Indonesia Melesat Penjualan Naik Tajam
Industri modest fashion di Indonesia berkembang pesat, dengan konsumsi mencapai US$ 20 miliar. Zalora menargetkan peningkatan penjualan lima kali lipat saat Ramadan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Tren modest fashion di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan, menjadikannya salah satu sektor dengan potensi besar di industri fesyen. Berdasarkan data The State Global Islamic Economy, konsumsi busana muslim di Indonesia mencapai sekitar US$ 20 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 18,2%. Momentum Ramadan menjadi katalis utama bagi lonjakan permintaan produk fesyen muslim.

Lonjakan Permintaan Busana Muslim Saat Ramadan

Menurut Commercial Director Zalora Indonesia, Victor Yap, Ramadan tahun ini diharapkan menjadi momen puncak bagi industri fesyen muslim. Pihaknya menargetkan peningkatan penjualan hingga lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat, terutama setelah penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR).

Sponsor
Iklan

“Bahkan tanpa upaya pemasaran tambahan, permintaan busana muslim pasti akan meningkat secara alami selama Ramadan,” ujar Victor Yap.

Selain itu, industri fesyen sendiri bersifat dinamis dan selalu berubah. Oleh karena itu, Zalora berupaya mengikuti tren terbaru dengan menganalisis data pasar guna menghadirkan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen.

Peluang dan Tantangan di Industri Modest Fashion

Industri fesyen muslim tidak hanya menawarkan peluang besar tetapi juga tantangan tersendiri. Tren yang terus berkembang menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memahami preferensi konsumen yang beragam. Salah satu strategi yang dilakukan Zalora adalah menjalin kemitraan dengan para desainer lokal untuk menciptakan produk yang relevan dengan tren pasar.

“Selain tantangan, ada juga peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar di seluruh Indonesia dengan menyediakan produk berkualitas tinggi dari desainer lokal,” tambah Victor Yap.

Zaloraya 2025: Mendorong Kreativitas Desainer Lokal

Sebagai bagian dari strategi mendukung industri fesyen lokal, Zalora Indonesia menghadirkan kampanye tahunan bertajuk Zaloraya 2025. Program ini menggandeng sejumlah desainer ternama seperti Ria Miranda, Kamilaa by Itang Yunasz, Preview by Itang Yunasz, Klamby, Intresse, Takkan, dan Zalia untuk berkolaborasi menciptakan koleksi eksklusif.

Melalui Zaloraya 2025, Zalora tidak hanya menghadirkan koleksi spesial tetapi juga memperkaya pengalaman belanja melalui konsep online-to-offline (O2O) yang lebih interaktif, salah satunya melalui Zaloraya Pop-Up Store. Program ini sekaligus menjadi ajang pembuka perayaan ulang tahun Zalora yang ke-13, yang akan berlangsung pada 7-13 Maret 2025.

Dukungan untuk Eksistensi Fesyen Muslim di Kancah Global

CEO Zalora Indonesia dan Filipina, Aashish Midha, menegaskan bahwa Zaloraya 2025 bukan sekadar pameran fesyen, tetapi merupakan platform strategis untuk memperkuat eksistensi modest fashion Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

“Kami percaya bahwa kreativitas desainer Indonesia memiliki daya saing yang tinggi, baik di pasar domestik maupun global. Dukungan dari pemerintah, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Ekonomi Kreatif, sangat berperan dalam mendorong industri ini. Kami berharap dapat terus berkolaborasi untuk mengembangkan fesyen muslim agar semakin dikenal di pasar internasional,” ungkap Aashish Midha.

Dengan potensi yang besar serta dukungan dari berbagai pihak, industri modest fashion di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh, menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam ekonomi kreatif nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru