HeadlineInternasional

Trump Ancam Apple & Uni Eropa, Pasar Global Langsung Terpukul

180
Trump Ancam Apple & Uni Eropa
Donald Trump ancam tarif 25% untuk iPhone dan 50% terhadap impor dari Uni Eropa, memicu gejolak pasar global dan aksi cepat Apple.

Trump Kembali Memanaskan Perang Dagang Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memantik ketegangan perdagangan global dengan mengumumkan ancaman tarif tinggi terhadap dua entitas besar sekaligus: perusahaan teknologi Apple dan seluruh kawasan Uni Eropa.

Pernyataan Trump ini disampaikan pada Jumat (23/5) dan langsung memicu respons negatif dari pelaku pasar. Ketegangan meningkat tajam setelah sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% terhadap iPhone yang dijual di AS namun tidak diproduksi di dalam negeri. Dalam waktu yang sama, ia juga mengusulkan tarif 50% terhadap seluruh barang impor dari Uni Eropa mulai 1 Juni.

Langkah ini menyasar barang-barang bernilai tinggi seperti produk mewah, farmasi, hingga manufaktur berat.

Pasar Global Terpukul dalam Hitungan Jam

Ancaman Trump langsung mengguncang pasar global. Kontrak berjangka indeks S&P 500 anjlok 1,5% dalam perdagangan premarket.

Indeks Eurostoxx 600 terkoreksi 2%, sementara saham Apple turun hingga 3,5%. Sejumlah saham teknologi besar lainnya juga mencatat pelemahan.

Trump menyampaikan bahwa dirinya telah lama meminta Apple untuk memproduksi iPhone di AS, bukan di India atau negara lainnya.

Jika tidak dipatuhi, ia menegaskan akan memberlakukan tarif minimal 25% atas setiap unit iPhone yang dijual di pasar AS.

Belum Ada Dasar Hukum yang Jelas

Sejauh ini, belum ada kejelasan hukum apakah Presiden AS dapat menerapkan tarif khusus terhadap satu perusahaan saja.

Pihak Apple belum mengeluarkan tanggapan resmi atas ancaman tersebut. Gedung Putih juga belum merinci mekanisme hukum atau peraturan dagang yang akan digunakan.

Negosiasi dagang antara AS dan sejumlah negara mitra terus berjalan, namun belum menunjukkan arah pasti.

Strategi Apple: Relokasi Produksi ke India

Mengantisipasi eskalasi tarif, Apple telah menyiapkan langkah relokasi produksi. Perusahaan asal Cupertino tersebut menargetkan agar sebagian besar iPhone untuk pasar AS akan mulai diproduksi di India pada kuartal Juni 2025.

Apple menargetkan seluruh produksi iPhone non-AS dapat dialihkan sepenuhnya ke India sebelum akhir 2026.

Langkah ini diambil untuk menghindari lonjakan tarif dan menjaga stabilitas pasokan, terutama setelah AS memberlakukan tarif lebih dari 100% atas produk-produk asal Tiongkok pada April lalu.

Sebelumnya, ponsel dan barang elektronik sempat dikecualikan dari daftar tarif, namun ketidakpastian kebijakan membuat Apple mempercepat restrukturisasi rantai pasok globalnya.

Sementara itu, respons dari Uni Eropa terhadap rencana tarif AS juga ditunggu pasar. Ketegangan ini dinilai berpotensi menimbulkan gejolak lanjutan jika diterapkan tanpa kesepakatan dagang bersama.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version