Ancaman Tarif Trump Bikin Pasar Komoditas Bergejolak
JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kegelisahan pasar global dengan ancaman tarif baru hingga 200% untuk impor produk farmasi serta tarif 50% untuk impor tembaga, yang diumumkannya dalam rapat Kabinet Selasa malam waktu setempat (08/07/2025).
Rencana tersebut membuat harga tembaga langsung melesat lebih dari 13% dan saham tambang menguat, sementara sektor farmasi menghadapi tekanan kebijakan baru dalam waktu dekat.
Trump: “Tarif Akan Sangat Tinggi, Seperti 200%”
Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif farmasi ini tidak akan diberlakukan secara instan.
Ia menyebut tenggat waktu penyesuaian bagi perusahaan bisa mencapai satu tahun hingga satu setengah tahun.
Langkah ini dimaksudkan agar produsen farmasi dapat memindahkan fasilitas produksi kembali ke wilayah domestik AS.
Tarif ini muncul dari proses investigasi Section 232, yang menilai dampak impor terhadap keamanan nasional.
Jika diterapkan, ini akan menjadi perubahan besar dalam industri kesehatan Amerika Serikat.
Pemerintah AS Siapkan Detail Tarif di Akhir Juli
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyampaikan bahwa pengumuman resmi tarif farmasi dijadwalkan pada akhir Juli 2025.
Pengumuman tersebut juga akan mencakup hasil studi pemerintah atas produk semikonduktor.
“Presiden akan menentukan kebijakannya saat itu,” tegas Lutnick dalam pernyataannya.
Sampai berita ini ditulis, indeks saham sektor farmasi belum menunjukkan fluktuasi besar atas kabar tersebut.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Johnson & Johnson, Eli Lilly, dan AbbVie mulai meningkatkan aktivitas manufaktur di dalam negeri.
Penolakan dari Industri Farmasi AS
Asosiasi farmasi terbesar di AS, PhRMA, kembali mengecam keras rencana tarif tersebut.
VP Senior Alex Schriver menegaskan, tarif akan menyerap dana investasi yang seharusnya dialokasikan ke riset dan produksi obat.
“Setiap dolar yang digunakan untuk membayar tarif adalah dolar yang tidak bisa diinvestasikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa obat selama ini dikecualikan dari kebijakan tarif karena risiko kelangkaan dan inflasi harga.
Namun pemerintahan Trump kini memilih menantang asumsi tersebut demi mendorong relokasi industri vital.
Tarif Tembaga Picu Reli Harga dan Saham Tambang
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mengenakan tarif 50% terhadap seluruh impor tembaga.
Harga tembaga langsung naik tajam 13,12%, menjadi lonjakan harian terbesar sejak 1989.
Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi pasar bahwa suplai akan terganggu dari negara-negara eksportir utama seperti Cile.
Saham Freeport-McMoRan, salah satu produsen tembaga terbesar di dunia, melonjak 5% dalam satu hari perdagangan.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal jelas bahwa komoditas logam kini masuk prioritas strategi industri dalam negeri AS.
Alasan Keamanan Nasional Jadi Dasar Tarif Tembaga
Menurut Lutnick, tarif ini akan disamakan dengan kebijakan sebelumnya terhadap baja dan aluminium.
Keduanya juga dikenakan tarif 50% per Juni 2025 sebagai bagian dari strategi industri nasional.
“Tarif tembaga akan diumumkan resmi sebelum akhir Juli,” ujar Lutnick kepada pers.
Trump menggunakan otoritas eksekutifnya berdasarkan hasil investigasi atas impor strategis dari negara-negara kunci.
AS saat ini mengimpor hampir setengah dari total kebutuhan tembaganya, mayoritas berasal dari Cile.
Terpisah dari Kebijakan Tarif Resiprokal Global
Langkah tarif tembaga dan farmasi ini bukan bagian dari tarif dasar 10% dan ‘resiprokal’ yang sudah diumumkan sejak April 2025.
Namun, pada Senin (07/07), Trump juga telah mengirimkan pemberitahuan tarif baru ke 14 negara, termasuk Jepang dan Thailand.
Tarif-tarif itu dijadwalkan mulai berlaku per 1 Agustus 2025 dan bervariasi tergantung mitra dagang.
Trump sebelumnya menyebut kebijakan dagang ini sebagai “jalan cepat untuk menyamakan permainan global.”
Rencana ini memunculkan kekhawatiran pasar bahwa perang dagang babak baru akan segera dimulai.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











