HeadlineInternasional

Trump dan Xi Jinping Bahas TikTok, Perdagangan, dan Masa Depan Hubungan AS-Tiongkok

167
Trump dan Xi Jinping Bahas TikTok Perdagangan, dan Masa Depan Hubungan AS-Tiongkok
Donald Trump dan Xi Jinping berbincang soal TikTok, perdagangan, dan fentanil, membentuk arah baru hubungan AS-Tiongkok.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan percakapan telepon penting pada Jumat (17/1/2025).

Topik yang dibahas meliputi perdagangan, aplikasi TikTok, hingga peredaran fentanil. Dialog ini menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah hubungan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia sekaligus rival geopolitik utama.

Pandangan Trump tentang Hubungan AS-Tiongkok

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut panggilan ini sebagai langkah signifikan.

“Panggilan telepon ini sangat baik untuk China dan AS. Presiden Xi dan saya akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membuat dunia lebih damai dan aman!” tulis Trump.

Percakapan ini terjadi menjelang pelantikan Trump untuk masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS. Selama masa jabatan pertamanya, Trump dikenal karena sikap agresifnya terhadap Beijing melalui perang dagang, yang melibatkan tarif besar-besaran pada berbagai barang asal Tiongkok.

Dalam diskusi terbaru, Trump memberikan sinyal bahwa larangan terhadap TikTok mungkin akan ditunda, meskipun ada undang-undang federal yang mengharuskan aplikasi ini dijual atau ditutup pada Minggu (19/1/2025).

TikTok dan Masa Depan Regulasi

TikTok, aplikasi media sosial populer milik perusahaan Tiongkok ByteDance Ltd, menjadi salah satu isu utama dalam diskusi ini. Trump sebelumnya menekan ByteDance untuk menjual TikTok kepada perusahaan Amerika demi melindungi data pengguna.

Namun, pemerintahan baru Trump tampaknya membuka peluang untuk menunda larangan tersebut, memberikan ruang bagi negosiasi lebih lanjut.

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok melalui media resmi CCTV mengapresiasi percakapan ini sebagai sinyal positif untuk membangun kembali komunikasi strategis antara kedua negara. Xi Jinping menegaskan harapannya agar AS menangani isu-isu sensitif seperti Taiwan dengan hati-hati.

Perdagangan dan Ekonomi Global

Selama percakapan, Trump dan Xi juga membahas perdagangan bilateral yang selama ini menjadi sumber ketegangan. Trump kembali menegaskan rencananya untuk mengenakan tarif besar hingga 60% pada barang-barang asal Tiongkok.

Kebijakan ini diyakini sebagai bagian dari upaya Trump untuk melindungi industri dalam negeri AS sekaligus menekan ketergantungan terhadap Tiongkok.

Namun, tantangan ekonomi yang dihadapi Tiongkok membuat situasi menjadi lebih kompleks. Ekonomi Tiongkok mencatat pertumbuhan sebesar 5% pada 2024, meski diwarnai kontraksi pada sektor investasi properti dan tekanan deflasi selama dua tahun berturut-turut. Mata uang Yuan juga melemah lebih dari 5% terhadap Dolar AS sejak September 2024.

Fentanil: Masalah yang Belum Terpecahkan

Selain perdagangan dan TikTok, isu fentanil turut menjadi sorotan. Bahan kimia ini kerap diekspor dari Tiongkok dan menjadi penyebab utama krisis overdosis di AS. Trump berjanji untuk menekan produksi fentanil sebagai bagian dari agenda diplomatiknya.

Presiden Joe Biden sebelumnya mengupayakan kerja sama dengan Beijing untuk mengatasi masalah ini. Penurunan angka kematian akibat overdosis menjadi salah satu hasil positif dari upaya bersama ini. Trump dan Xi sepakat untuk menjaga komunikasi rutin terkait isu ini, meskipun tantangan tetap ada di masa mendatang.

Dinamika Politik Internasional

Selain isu-isu domestik, kedua pemimpin turut membahas konflik di Ukraina dan perang antara Israel dengan Hamas. Xi Jinping menyampaikan keinginannya untuk mempererat kerja sama dengan pemerintahan baru Trump demi menciptakan stabilitas global.

Meski demikian, Trump tetap menunjukkan sikap keras terhadap Tiongkok. Dia menyebut Tiongkok sebagai “ekonomi paling tidak seimbang di dunia” dan berjanji akan terus mendorong reformasi perdagangan global yang lebih adil.

Kesimpulan: Arah Baru Hubungan AS-Tiongkok

Panggilan telepon antara Trump dan Xi Jinping menandai babak baru dalam hubungan AS-Tiongkok. Dengan tantangan seperti perdagangan, TikTok, dan fentanil, kedua negara memiliki banyak hal yang harus dinegosiasikan. Meski perbedaan sulit dihindari, dialog ini memberikan harapan untuk kerja sama yang lebih konstruktif.

Hubungan antara dua negara ini akan terus diawasi dengan seksama, terutama mengingat dampaknya terhadap ekonomi global dan stabilitas geopolitik. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu utama masa depan kedua negara.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version