Internasional

Trump Desak India-Pakistan Akhiri Ketegangan Nuklir

80
Trump Desak India-Pakistan Akhiri Ketegangan Nuklir
Ketegangan India-Pakistan memuncak usai serangan udara dan balasan militer. Trump harap konflik segera berakhir.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketegangan geopolitik kembali membara di Asia Selatan setelah India melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan pada Selasa malam, yang langsung dibalas militer Islamabad keesokan harinya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun angkat suara, menyerukan agar konflik ini segera berakhir demi stabilitas regional.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa perkembangan terbaru antara dua negara bersenjata nuklir itu sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Pakistan Tembak Jatuh Jet Tempur India

“Ini memalukan, kami baru saja mendengarnya,” ujar Trump, mengomentari eskalasi kekerasan yang terjadi setelah serangan mematikan terhadap wisatawan di Kashmir yang dikelola India. Ia menambahkan, “Saya hanya berharap ini berakhir dengan sangat cepat.”

Trump juga menyentil sejarah panjang permusuhan antara India dan Pakistan. “Mereka telah berperang selama beberapa dekade dan abad, sebenarnya, jika Anda benar-benar memikirkannya,” ungkapnya.

Serangan Balasan dan Ketegangan Militer

India mengklaim telah menyerang kamp militan di wilayah barat Pakistan sebagai respons atas aksi penembakan yang menewaskan 26 orang di Kashmir. Sebagian besar korban adalah warga sipil beragama Hindu.

Baca Juga: China Serukan India dan Pakistan Tahan Diri Usai Eskalasi di Perbatasan

Operasi militer India menargetkan sejumlah kota di Pakistan, mengakibatkan delapan orang tewas, 35 lainnya luka-luka, dan dua orang dilaporkan hilang.

Serangan ini langsung direspons oleh Angkatan Udara Pakistan yang pada Rabu menembak jatuh lima jet tempur India saat pesawat-pesawat itu diduga mencoba menyerang dari wilayah udara India.

Sumber keamanan di Pakistan menyebutkan bahwa target utama serangan udara India berada di tiga lokasi di Kashmir yang dikelola Pakistan serta dua titik lain di provinsi Punjab, yang merupakan wilayah dengan populasi terbesar di negara itu.

Baca Juga: India Serang Pakistan, Ketegangan Kawasan Meningkat Drastis

Kashmir, Konflik Tak Berujung

India dan Pakistan telah tiga kali berperang sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947. Titik api utamanya adalah Kashmir, wilayah pegunungan strategis yang diklaim sepenuhnya oleh kedua negara namun masing-masing hanya menguasai sebagian wilayahnya.

Pemerintah India menyalahkan kelompok Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan atas serangan yang terjadi di Kashmir. Kelompok ini telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemerintah India juga mempertimbangkan langkah strategis lanjutan, termasuk wacana penghentian aliran air lintas batas sebagai bentuk tekanan terhadap Pakistan, sebagaimana dilontarkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Seruan Internasional untuk Menahan Diri

Ketegangan terbaru ini mendapat perhatian serius dari Washington. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Kami terus mendesak Pakistan dan India untuk bekerja menuju resolusi yang bertanggung jawab yang menjaga perdamaian jangka panjang dan stabilitas regional di Asia Selatan,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri, Tammy Bruce.

Dalam kondisi yang semakin rapuh ini, setiap keputusan militer memiliki potensi menyalakan bara konflik yang lebih luas dan merugikan jutaan nyawa tak bersalah di kedua sisi perbatasan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version