Geser Kebawah
Internasional

Trump Kunjungi Arab Saudi, “Menjinakan Kembali Arab” Bisnis Besar

96
×

Trump Kunjungi Arab Saudi, “Menjinakan Kembali Arab” Bisnis Besar

Sebarkan artikel ini
Trump Kunjungi Arab Saudi, Menjinakan Kembali Arab Bisnis Besar
Presiden AS Donald Trump akan mengunjungi Arab Saudi untuk kesepakatan bisnis besar senilai US$ 1 triliun, memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Arab Saudi guna membahas kesepakatan bisnis bernilai besar. Trump mengisyaratkan bahwa pertemuan ini akan berfokus pada investasi senilai US$ 1 triliun yang melibatkan perusahaan-perusahaan AS dalam periode empat tahun ke depan.

Trump Siapkan Kesepakatan Investasi Besar

Trump menegaskan bahwa motif utama kunjungannya adalah kepentingan bisnis, bukan diplomasi semata. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa Arab Saudi telah menyetujui rencana investasi besar yang akan memberikan manfaat ekonomi bagi AS.

Sponsor
Iklan

“Saya akan pergi ke Arab Saudi. Saya katakan, saya akan pergi jika mereka membayar satu triliun dolar kepada perusahaan-perusahaan Amerika dalam periode empat tahun. Mereka telah setuju untuk melakukan itu, jadi saya akan pergi ke sana,” ujar Trump dalam sebuah konferensi pers.

Hubungan Ekonomi AS dan Arab Saudi

Arab Saudi merupakan mitra dagang strategis bagi AS, terutama dalam sektor energi dan pertahanan. Sejak masa jabatan pertama Trump pada 2017, hubungan ekonomi antara kedua negara semakin erat, dengan Riyadh berkomitmen untuk membeli produk AS senilai US$ 450 miliar.

Investasi dan Proyek Trump Organization di Saudi

Pada Desember 2024, Trump Organization mengumumkan proyek Trump Tower di Jeddah, menandakan semakin kuatnya keterlibatan bisnis Trump di Timur Tengah. Ini menambah daftar investasi AS di kawasan tersebut, termasuk sektor energi dan pertahanan.

Implikasi Diplomatik dan Politik

Meskipun kunjungan ini berorientasi pada bisnis, spekulasi muncul bahwa Trump juga akan membahas isu geopolitik, termasuk hubungan Arab Saudi dengan Rusia dan Ukraina. Ketegangan global yang sedang berlangsung menempatkan Riyadh sebagai pemain kunci dalam kebijakan luar negeri AS.

Selain itu, pemerintahan Trump sebelumnya dikritik karena melindungi Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari konsekuensi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Trump membela keputusan tersebut dengan alasan bahwa Arab Saudi merupakan mitra strategis dalam sektor pertahanan dan ekonomi.

Normalisasi Hubungan Arab Saudi dan Israel?

Sejalan dengan agenda politik AS di Timur Tengah, pemerintahan Trump berupaya membujuk Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Langkah ini dianggap penting mengingat Arab Saudi merupakan negara dengan pengaruh besar di dunia Islam.

“Kami ingin memastikan Arab Saudi tetap menjadi mitra strategis AS, baik dalam ekonomi maupun keamanan global. Normalisasi hubungan dengan Israel dapat menjadi langkah besar dalam menciptakan stabilitas di kawasan,” kata seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Kunjungan Perdana Trump ke Luar Negeri Sejak Kembali ke Gedung Putih

Jika kunjungan ini terlaksana, ini akan menjadi perjalanan luar negeri pertama Trump sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS. Sebelumnya, pada 2017, Arab Saudi juga menjadi tujuan pertama kunjungan luar negeri Trump setelah dilantik.

Kunjungan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi AS dan memperkuat hubungan bilateral dengan Arab Saudi. Namun, berbagai pihak tetap menunggu bagaimana negosiasi ini akan berlangsung dan apakah akan berdampak pada kebijakan geopolitik global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru