JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang arah kebijakan energi global setelah menandatangani empat perintah eksekutif yang mendukung penuh kebangkitan industri batubara AS.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Negeri Paman Sam mulai menjauh dari agenda transisi energi bersih yang sempat didorong pemerintahan sebelumnya.
Efek Global Terhadap Industri Batubara
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai, keputusan Trump dapat mengubah dinamika industri batubara global.
Baca Juga: Ekspor Komoditas RI Tertekan Tarif Impor AS
“Ini bisa jadi pemicu geliat industri batubara yang akhir-akhir ini lesu ditimpa berbagai masalah kebijakan dan tekanan harga global,” ujar Bisman saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).
Ia menyebut langkah ini menunjukkan keberpihakan negara besar terhadap batubara, sekaligus memperkuat keraguan atas komitmen global dalam transisi energi.
Batubara yang sebelumnya dianggap komoditas usang kini mulai mendapat angin segar kembali, terutama di tengah krisis energi di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Laba PT Bukit Asam (PTBA) Turun 16,41% di 2024, Pendapatan Naik
Dampak Terhadap Harga dan Pasar Indonesia
Secara jangka panjang, keputusan Trump diperkirakan akan mempengaruhi tren harga batubara dunia.
Bisman melihat kebijakan ini sebagai peluang baru bagi Indonesia untuk mendorong ekspor batubara ke pasar AS.
Meski saat ini volume ekspor masih terbatas karena terkendala logistik dan transportasi, potensi peningkatannya tetap terbuka lebar.
“Momentum ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan pemerintah untuk membuka pasar yang lebih besar di AS,” tambahnya.
Baca Juga: Bitcoin Melonjak Setelah Trump Resmi Dorong Regulasi Kripto Baru
Serangan Balik Trump Terhadap Kebijakan Biden
Trump menegaskan bahwa perintah eksekutif ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan energi bersih era Presiden Joe Biden.
Ia menuding Partai Demokrat telah berusaha mematikan industri batubara AS selama empat tahun terakhir.
“Penipuan hijau versi Demokrat membunuh lapangan kerja dan membuat harga melonjak. Sementara China justru terus membangun dua PLTU batubara per minggu,” kata Trump dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Reuters.
Baca Juga: DHE SDA 100%: Regulasi Baru Tekan Industri Batubara
Deregulasi untuk Bangkitkan Batubara
Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan memangkas regulasi yang membebani industri batubara.
Salah satunya dengan mempercepat izin sewa tambang batubara di lahan federal dan menyederhanakan seluruh proses perizinannya.
Dengan deregulasi ini, AS berharap dapat membangkitkan kembali daya saing sektor batubara, sekaligus memperluas pengaruhnya dalam perdagangan energi global.
Kini saatnya Indonesia cermat membaca arah angin kebijakan global dan bersiap memperluas pangsa pasarnya ke jantung ekonomi dunia.







