Geser Kebawah
Internasional

Trump Semprot The Fed, Turunkan Suku Bunga atau Diambilalih!

176
×

Trump Semprot The Fed, Turunkan Suku Bunga atau Diambilalih!

Sebarkan artikel ini
Trump Semprot The Fed, Turunkan Suku Bunga atau Diambilalih!
Donald Trump desak Fed segera turunkan suku bunga; jika Jerome Powell menolak, Trump ancam Dewan Fed ambil alih kebijakan moneter.

Desakan Politik Trump terhadap Kebijakan Moneter AS

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketegangan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan pimpinan Federal Reserve kembali memanas usai Fed menahan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan terbaru.

Trump melontarkan serangan langsung kepada Ketua The Fed Jerome Powell melalui unggahan pedas di Truth Social, Jumat (1/8/2025).

Sponsor
Iklan

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Powell sebagai “si bodoh yang keras kepala” karena enggan menurunkan suku bunga secara substansial.

Ia menegaskan bahwa jika Powell terus menolak, Dewan Gubernur Federal Reserve harus mengambil alih kebijakan moneter sepenuhnya.

Trump menilai saat ini The Fed justru memperburuk ketidakpastian pasar dan memperlambat pemulihan ekonomi dengan menahan suku bunga terlalu lama.

Guncangan Internal di Tubuh The Fed

Komentar Trump muncul hanya dua hari setelah Federal Reserve mengumumkan keputusan menahan suku bunga dalam kisaran saat ini.

Keputusan itu diambil dengan hasil suara 9-2, menandakan perpecahan langka dalam lembaga yang biasanya solid dalam konsensus.

Dua dari sembilan gubernur tidak sepakat dengan keputusan mayoritas, menjadi preseden perbedaan pendapat terbuka pertama dalam lebih dari tiga dekade.

Trump dengan cepat merespons lewat unggahan lanjutan: “Perbedaan pendapat kuat di Dewan Fed. Akan semakin kuat! TERLAMBAT!”

Ungkapan “TERLAMBAT” itu menjadi simbol frustrasi Trump atas ketidaktegasan Powell mengantisipasi perlambatan ekonomi AS.

Potensi Kudeta Ekonomi Gaya Trump

Desakan Trump agar Dewan Fed mengambil alih secara paksa jika Powell tak mengubah kebijakan menjadi preseden berbahaya.

Meskipun tujuh dari anggota Dewan Gubernur diangkat oleh Presiden dan disetujui Senat, independensi The Fed secara hukum dijamin oleh konstitusi moneter AS.

Namun tekanan politik dari tokoh sekelas Trump bisa mengguncang legitimasi netralitas lembaga keuangan tersebut.

Apalagi di tengah tahun politik, narasi ini bisa menjadi senjata kampanye untuk merebut sentimen pelaku pasar dan publik Amerika.

Bagi investor global, intervensi politik terhadap kebijakan suku bunga AS membuka ketidakpastian baru terhadap arah likuiditas global.

Dampak Langsung ke Pasar dan Investor Indonesia

Sentimen Trump yang agresif terhadap suku bunga The Fed berpotensi memicu volatilitas global yang berdampak langsung ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Investor domestik perlu mewaspadai potensi aliran dana asing keluar bila ketegangan ini memicu reli dolar AS dalam waktu dekat.

Kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah serta memicu koreksi pada saham-saham sektor berbasis ekspor dan pembiayaan dolar.

Jika The Fed akhirnya merespons desakan politik ini dengan kebijakan agresif, maka peluang capital inflow ke pasar negara berkembang bisa pulih cepat.

Namun bila kebuntuan berlanjut, investor harus bersiap pada skenario ketidakpastian berkepanjangan hingga 2026.