Trump Desak Pemangkasan Suku Bunga Setelah Data ADP Melemah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden AS Donald Trump kembali menyerang kebijakan The Fed lewat media sosial usai data ketenagakerjaan ADP menunjukkan pelemahan signifikan.
Seruan tersebut diunggah Trump pada Rabu (4/6) melalui Truth Social, menyebut Ketua The Fed Jerome Powell harus segera menurunkan suku bunga.
Kritik Tajam dan Seruan Pemangkasan Bunga
Trump menyebut Powell “luar biasa” dalam arti negatif dan menyindir bahwa Eropa telah sembilan kali memangkas suku bunga.
Ia menegaskan bahwa Powell bertindak terlambat dan menuduh lambat merespons sinyal pelemahan ekonomi.
Unggahan ini muncul setelah laporan ADP menunjukkan penciptaan lapangan kerja sektor swasta hanya bertambah 37.000 pada Mei.
Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi konsensus Reuters yang memperkirakan pertambahan 110.000 pekerjaan.
Indikator Awal Jelang Laporan Resmi BLS
Data ADP ini menjadi sorotan menjelang rilis laporan ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada Jumat (6/6).
Laporan BLS sering menjadi rujukan utama The Fed dalam mengambil keputusan kebijakan suku bunga.
Revisi data April juga menunjukkan penurunan dari 62.000 menjadi 60.000, menambah kekhawatiran soal tren pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Ketegangan Politik dan Kekhawatiran Pasar
Trump yang mencalonkan diri kembali dari Partai Republik semakin gencar mengkritik Powell dalam beberapa bulan terakhir.
Nada kritiknya kerap bersifat personal, memunculkan pertanyaan soal tekanan politik terhadap independensi bank sentral.
Meski terus menyerang, Trump mengatakan tidak akan memecat Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada 2026.
Pasar Menanti Sinyal The Fed
Pernyataan Trump memperbesar spekulasi pasar tentang kemungkinan pelonggaran moneter oleh The Fed dalam waktu dekat.
Jika laporan ketenagakerjaan Jumat nanti kembali menunjukkan pelemahan, tekanan untuk menurunkan suku bunga diperkirakan semakin meningkat.
Sikap The Fed akan menjadi perhatian pelaku pasar global yang terus mencermati dinamika ekonomi dan politik AS.












