JAKARTA, BursaNusantara.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tujuh proyek pembangunan fasilitas smelter bauksit di Indonesia belum menunjukkan kemajuan berarti.
Hingga akhir April, mayoritas proyek tersebut masih mangkrak karena tersendat persoalan pendanaan dan kesulitan menjaring investor baru.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menyampaikan bahwa seluruh proyek tersebut tercatat memiliki progres pembangunan di bawah 60%. Bahkan salah satu di antaranya telah dicabut izin usaha pertambangannya oleh pemerintah.
Tri menegaskan perlunya evaluasi berkala lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Perindustrian, guna memastikan kebutuhan input dan daya serap produksi smelter yang realistis. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan pembangunan industri hilirisasi mineral dalam negeri.
Daftar Proyek Smelter yang Terkendala
Dari ketujuh proyek smelter bauksit tersebut, sebagian besar berlokasi di wilayah Kalimantan Barat dan Tengah. Berikut rincian kondisi masing-masing proyek:
- PT Dinamika Sejahtera Mandiri di Sanggau, Kalimantan Barat, masih dalam tahap pencarian investor untuk pendanaan.
- PT Laman Mining di Ketapang, Kalbar, menghadapi kendala serupa dalam hal pendanaan.
- PT Kalbar Bumi Perkasa di Sanggau, Kalbar, sudah dicabut izin usaha pertambangannya.
- PT Parenggean Makmur Sejahtera di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih belum menemukan investor.
- PT Persada Pratama Cemerlang di Sanggau, Kalbar, proyeknya terhenti karena belum ada pendanaan masuk.
- PT Quality Sukses Sejahtera di Pontianak, Kalbar, mengalami stagnasi karena faktor finansial.
- PT Sumber Bumi Marau di Ketapang, Kalbar, masih dalam proses menjajaki investor potensial.
Ketujuh proyek tersebut seharusnya berperan dalam mendorong target hilirisasi pemerintah. Namun tanpa dukungan modal dan investor, pembangunan industri pengolahan bauksit dikhawatirkan hanya akan menjadi rencana di atas kertas.
\











