JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya untuk tetap membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen kepada para pemegang saham.
Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mempertahankan kepercayaan pasar dan memberikan nilai tambah di tengah tekanan harga saham yang belum sepenuhnya pulih.
Strategi Dividen Penuh untuk Menjaga Loyalitas Investor
Dalam paparan kinerja keuangan di Jakarta, Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal menyampaikan bahwa perusahaan akan melanjutkan kebijakan pembagian dividen 100% seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Saham UNVR Naik 9,57%, Dipicu Potensi Dividen Besar?
“Apa yang telah kami lakukan di masa lalu terkait strategi pembagian dividen akan tetap kami pertahankan. Investor dapat mengharapkan pembagian dividen 100 persen pada tahun 2025,” ujar Neeraj.
Strategi ini diambil untuk menjaga loyalitas pemegang saham, di tengah kondisi saham UNVR yang secara year to date (ytd) tercatat masih turun 22,28%.
Bahkan, selama lima tahun terakhir, harga saham telah melemah signifikan sebesar 82,48% hingga berada di level Rp1.465 per saham.
Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) Siap Bagikan Dividen Jumbo & Pacu Kinerja Saham
Perbaikan Kinerja Menjadi Prioritas
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengakui bahwa tren penurunan harga saham bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan cerminan dari performa perseroan yang belum optimal dalam lima tahun terakhir.
Namun demikian, ia menekankan bahwa sejak akhir tahun lalu, Unilever Indonesia telah melakukan serangkaian langkah strategis untuk membalikkan tren tersebut.
Baca Juga: Era Kejayaan Unilever Indonesia (UNVR) Meredup: Tantangan Baru dan Strategi Pemulihan
Upaya ini termasuk perbaikan dalam operasi, restrukturisasi portofolio produk, hingga penguatan strategi pemasaran untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja Kuartal I 2025 Tunjukkan Sinyal Positif
Pada kuartal I 2025, Unilever Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun. Secara tahunan (year-on-year/yoy), angka ini turun 14,6%, namun mencatatkan lonjakan kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) sebesar 244,7%.
Kenaikan signifikan secara kuartalan ini didorong oleh sejumlah langkah penyesuaian strategis yang telah diambil perusahaan.
Salah satunya adalah pengelolaan persediaan yang lebih efektif serta penyesuaian harga produk, yang meski berdampak pada penjualan jangka pendek, diharapkan dapat memperbaiki margin keuntungan dalam jangka panjang.
Dengan fondasi strategi baru ini, Unilever Indonesia optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar sekaligus menjaga konsistensi dalam memberikan imbal hasil maksimal bagi para investornya.












