JAKARTA, BursaNusantara.com – Kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada kuartal I 2025 mencerminkan fase transisi penting di tengah tekanan daya beli dan ketatnya persaingan pasar.
Meski laba bersih tercatat mengalami penurunan 14,6% secara tahunan menjadi Rp 1,23 triliun, perusahaan menunjukkan pemulihan signifikan dengan lonjakan laba sebesar 244,7% dibandingkan kuartal IV 2024.
Kinerja Kuartalan Mengindikasikan Pembalikan Arah
Penjualan UNVR pada tiga bulan pertama 2025 tercatat sebesar Rp 9,46 triliun, turun 6,09% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun secara kuartalan, angka ini mencerminkan peningkatan 22,6%, menandakan adanya pemulihan yang mulai berjalan di awal tahun.
Peningkatan ini menjadi bukti awal bahwa langkah-langkah korektif dari manajemen mulai berdampak terhadap perbaikan operasional.
Strategi Efisiensi Menjadi Pondasi Pertumbuhan
Efisiensi yang mulai diterapkan oleh manajemen menjadi katalis utama pemulihan ini.
Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, hasil ini tidak hanya melampaui ekspektasi pasar, tetapi juga memberikan sinyal positif atas perbaikan fundamental yang tengah berlangsung.
Ekky menilai keberhasilan efisiensi biaya sebagai tonggak awal dalam mendorong kinerja jangka menengah UNVR.
Ia menyebut bahwa kondisi konsumsi domestik yang perlahan membaik turut mendukung potensi pemulihan lebih lanjut.
Peluang di Tengah Tantangan
Meski tantangan eksternal masih menghantui, seperti tekanan terhadap daya beli dan persaingan produk perawatan pribadi, Unilever dinilai tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
Hal ini dapat dicapai melalui penguatan produk utama, inovasi berkelanjutan, serta pemanfaatan saluran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Manajemen juga didorong untuk memperkuat kampanye pemasaran agar relevansi merek tetap tinggi di mata konsumen lokal.
Saham UNVR Menarik Bagi Investor Berprofil Risiko Tinggi
Dari sisi pasar modal, saham UNVR mulai dilirik kembali sebagai aset menarik, khususnya bagi investor dengan profil risiko tinggi.
Ekky menyebutkan bahwa tren teknikal UNVR mengarah pada penguatan, dengan peluang menuju level harga Rp 1.700 jika tren pertumbuhan laba berlanjut pada kuartal berikutnya.
Ia menambahkan, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan.
Rekomendasi dan Strategi Investasi
Ia merekomendasikan akumulasi saham UNVR di kisaran harga Rp 1.370–Rp 1.420.
Namun, investor disarankan untuk menetapkan batas cutloss di bawah Rp 1.300 guna mengantisipasi pembalikan tren ke arah negatif.
Analisis Teknikal Dukung Tren Naik Saham UNVR
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga melihat sinyal positif dari pergerakan teknikal saham UNVR.
Volume pembelian yang meningkat menjadi penopang utama uptrend saat ini.
Indikator Pergerakan Saham
Herditya menjelaskan bahwa indikator MACD masih berada di area positif, sedangkan Stochastic telah masuk zona overbought.
Dengan demikian, strategi buy if break disarankan apabila harga mampu melewati resistance di Rp 1.500, dengan target kenaikan ke level Rp 1.550 hingga Rp 1.650.
Kinerja kuartal berikutnya akan menjadi penentu utama arah pergerakan saham ini.
Investor tetap perlu mencermati perkembangan laporan keuangan UNVR, termasuk implementasi strategi distribusi dan inovasi produk ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












