Aksi KorporasiHeadlinePasar

United Tractors (UNTR) Jual Tambang Batu Bara, Fokus Bisnis Berubah?

152
United Tractors (UNTR) Jual Tambang Batu Bara, Fokus Bisnis Berubah
United Tractors (UNTR) Jual Tambang Batu Bara, Fokus Bisnis Berubah

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Grup Astra, kembali mengambil langkah besar dalam strategi transformasi bisnisnya. Melalui anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung (TTA), UNTR resmi melepas kepemilikan di PT Borneo Berkat Makmur (BBM) kepada PT Reswara Minergi Hartama (RMH), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM). Transaksi ini bernilai US$ 34,2 juta atau sekitar Rp 561,99 miliar.

Strategi United Tractors dalam Melepas Aset Batu Bara

1. Detail Transaksi Penjualan Tambang

Pada 3 Maret 2025, TTA menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) dengan RMH. Dengan transaksi ini, RMH secara tidak langsung menguasai 60% saham di PT Piranti Jaya Utama (PJU), yang mengoperasikan tambang batu bara seluas 4.800 hektare di Desa Barunang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Menurut Corporate Secretary United Tractors, Sara K Loebis, tujuan dari transaksi ini adalah merampingkan lini bisnis tambang batu bara agar lebih terfokus dan optimal. Setelah penandatanganan PPJB, kedua pihak akan menyelesaikan persyaratan transaksi, dengan target penyelesaian paling lambat kuartal II-2025.

Sara menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya UNTR dalam menyesuaikan portofolio bisnisnya dengan tren industri global. Dengan meningkatnya regulasi lingkungan serta transisi menuju energi terbarukan, perusahaan harus mulai mengurangi ketergantungan pada sektor batu bara.

2. Penurunan Pendapatan Sektor Batu Bara UNTR

Pada tahun 2024, bisnis pertambangan batu bara UNTR mencatatkan pendapatan bersih Rp 26 triliun, berkontribusi 19,34% dari total pendapatan perusahaan. Namun, angka ini mengalami penurunan 15% dibandingkan tahun 2023 akibat pelemahan harga batu bara global.

Secara volume, Turangga Resources, unit usaha tambang batu bara UNTR, melaporkan penjualan batu bara sebesar 10,2 juta ton pada 2024. Jika termasuk penjualan dari pihak ketiga, total volume mencapai 13,1 juta ton, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa analis menilai bahwa penurunan harga batu bara global turut berdampak pada valuasi aset batu bara yang dimiliki perusahaan. Oleh karena itu, penjualan tambang ini bisa menjadi strategi untuk menyeimbangkan neraca keuangan dan mengalihkan modal ke sektor yang lebih stabil dan prospektif.

Bagaimana Prospek Bisnis Batu Bara?

1. Harga Batu Bara dan Permintaan Pasar

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bhaktiar, menilai bahwa penjualan tambang oleh UNTR merupakan strategi bisnis yang tepat.

“Dijual dalam kondisi harga komoditas rendah tentu berpengaruh terhadap harga jual. Namun, jika dana hasil penjualan diinvestasikan pada proyek prioritas dengan prospek lebih baik, maka langkah ini bisa menguntungkan,” ujar Bisman.

Bisman menekankan bahwa investor dan pelaku pasar perlu mencermati bagaimana UNTR akan mengalokasikan dana hasil penjualan ini. Jika diarahkan ke sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi, langkah ini bisa memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

2. Batu Bara Masih Dibutuhkan dalam Jangka Pendek

Meski tren harga cenderung menurun, Bisman memprediksi batu bara masih akan menjadi sumber energi utama dalam 5-10 tahun ke depan. Dengan bantuan teknologi, pemanfaatan batu bara yang lebih ramah lingkungan bisa menjadi solusi di tengah transisi energi.

Namun, dalam jangka panjang, dominasi batu bara akan berkurang, seiring dengan pergeseran ke energi terbarukan. Beberapa negara telah mulai mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan mengadopsi energi bersih seperti tenaga surya dan angin. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan tambang batu bara, termasuk UNTR, untuk tetap relevan di industri energi.

United Tractors Kantongi Pinjaman Baru

Di sisi lain, UNTR juga mengamankan pendanaan untuk unit bisnisnya yang lain. PT Patria Maritim Perkasa (PMP), anak usaha UNTR, mendapatkan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 25 miliar dari PT Bank Jasa Jakarta (BJJ).

Menurut Sara K Loebis, pinjaman ini memiliki suku bunga 8% per tahun, dengan jangka waktu 17 Februari 2025 hingga 13 Februari 2026. BJJ merupakan bank yang memiliki hubungan afiliasi dengan PMP dan UNTR, sehingga transaksi ini dilakukan dengan prinsip kewajaran bisnis.

Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis PMP di sektor logistik dan transportasi maritim, yang menjadi bagian dari diversifikasi usaha UNTR. Dengan adanya tambahan modal kerja ini, PMP diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan bisnisnya di industri maritim.

Transformasi Bisnis UNTR

Langkah UNTR menjual aset batu bara mencerminkan strategi diversifikasi bisnis di tengah tren pelemahan harga komoditas. Meski batu bara masih memiliki prospek dalam jangka pendek, UNTR tampaknya mulai beradaptasi dengan perubahan industri energi global.

Ke depan, pelaku pasar akan menunggu bagaimana UNTR mengalokasikan dana hasil penjualan tambang ini. Apakah perusahaan akan mempercepat diversifikasi ke sektor energi baru, atau tetap mempertahankan sebagian besar bisnisnya di sektor batu bara?

Selain itu, dengan adanya pinjaman baru dari Bank Jasa Jakarta, UNTR menunjukkan keseriusan dalam memperluas lini bisnisnya di sektor lain, seperti logistik maritim. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tengah berada dalam fase transisi menuju model bisnis yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version