Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Update Emiten Prajogo Pangestu, Saham Big Bank Andalan IHSG

133
×

Update Emiten Prajogo Pangestu, Saham Big Bank Andalan IHSG

Sebarkan artikel ini
Update Emiten Prajogo Pangestu, Saham Big Bank Andalan IHSG
Chandra Daya Investasi, anak usaha TPIA milik Prajogo Pangestu, akan IPO di BEI dengan target dana hingga Rp2,4 triliun pada Juli 2025.

IHSG Melanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan dalam sesi perdagangan Selasa (18/2). Pada pukul 09:57 WIB, IHSG tercatat naik 0,45% ke level 6.861,78. Kenaikan ini didorong oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big bank) yang menjadi tulang punggung pasar modal Indonesia.

Empat bank terbesar di Tanah Air, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), mencatatkan kenaikan signifikan dalam perdagangan hari ini.

Sponsor
Iklan

BBCA menguat 1,34% ke level Rp 9.450, BBRI naik 1,74% menuju Rp 4.100, BMRI melonjak 1,38% ke Rp 5.500, sementara BBNI mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 2,41% ke level Rp 4.680 per saham.

Performa Saham Taipan Prajogo Pangestu Menurun

Di sisi lain, saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu mengalami tekanan jual. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 1,15% ke Rp 860, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 2,14% ke Rp 6.875, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 1% ke Rp 7.450.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bahkan anjlok 2,91% ke Rp 8.350. Namun, PT Petrosea Tbk (PTRO) masih mampu melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan 2,67% ke Rp 3.850 per saham.

Tren Kenaikan IHSG dan Sentimen Pasar

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (17/2), IHSG melesat 2,90% ke level 6.830,88, dipicu oleh lonjakan harga saham big bank dan saham milik Prajogo Pangestu.

Penguatan ini menandakan adanya sentimen positif dari investor yang kembali memburu saham unggulan setelah beberapa pekan mengalami pelemahan.

Analisis dan Rekomendasi Saham

Menurut Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany, koreksi IHSG dalam dua pekan terakhir telah menciptakan peluang bagi investor untuk masuk ke saham-saham dengan valuasi menarik. “Banyak saham dalam posisi diskon, terutama di sektor perbankan yang masih memiliki prospek jangka panjang,” ujarnya.

Indri menilai saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI layak dikoleksi secara bertahap dengan tetap mencermati arus dana asing yang masuk ke pasar. Investor disarankan untuk melakukan akumulasi bertahap sambil mengamati pergerakan inflow dari investor asing sebagai indikator penguatan lanjutan.

Sementara itu, Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, Muhammad Thoriq Fadilla, menambahkan bahwa investor perlu waspada terhadap aksi profit taking setelah lonjakan harga yang cukup signifikan.

“Kita tetap harus mencermati apakah arus keluar dana asing masih berlanjut atau mulai stabil, karena ini bisa menjadi faktor penentu pergerakan indeks ke depan,” ungkap Thoriq.

Dari sisi teknikal, Vice President Marketing Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, melihat peluang speculative buy pada saham BREN. Jika harga sahamnya mampu menutup gap di area Rp 7.000 – Rp 8.300, maka tren bullish bisa berlanjut menuju target berikutnya di Rp 9.225.

Oktavianus juga merekomendasikan trading buy untuk saham BMRI yang saat ini menguji resistance di Rp 5.600. Jika berhasil breakout, BMRI berpotensi melanjutkan penguatan hingga Rp 6.300.

Sementara itu, Thoriq merekomendasikan akumulasi pada saham BBNI dengan target harga pertama Rp 4.820 dan target lanjutan di Rp 5.100. Stop-loss direkomendasikan di level Rp 4.240 per saham.

Dengan penguatan yang terjadi dalam dua hari terakhir, saham perbankan menjadi andalan utama investor untuk menopang laju IHSG.

Meski begitu, investor tetap perlu mencermati faktor-faktor teknikal dan arus dana asing sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan strategi akumulasi yang tepat, saham big bank masih menjadi pilihan menarik untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.