JAKARTA, BursaNusantara.com – SpaceX kembali mengalami kegagalan dalam uji coba peluncuran Starship tahun ini.
Dalam percobaan kedelapan secara keseluruhan, dan kedua kalinya tahun ini untuk mengirimkan satelit tiruan, pesawat luar angkasa tersebut meledak di udara dan kehilangan kontak dengan pusat kendali sebelum jatuh kembali ke Bumi.
Detail Peluncuran dan Kegagalan Starship
Mengutip Unilad, pada 3 Maret 2025 pukul 17:30 waktu setempat di Starbase, Texas, Starship meluncur dengan membawa satelit tiruan. Awalnya, proses peluncuran berjalan sesuai rencana.
Booster Super Heavy berhasil menyalakan 33 mesin Raptor dan membawa Starship melalui tahap awal pendakian. Dua setengah menit setelah peluncuran, mesin Super Heavy dimatikan kecuali tiga unit untuk memfasilitasi pemisahan tahap panas.
Namun, setelah pemisahan, terjadi kendala teknis yang mengganggu perjalanan Starship. Laporan resmi SpaceX menjelaskan bahwa beberapa mesin Raptor gagal berfungsi akibat insiden energi tinggi di bagian belakang pesawat. Kejadian ini menyebabkan hilangnya kendali arah serta komunikasi dengan pusat kendali.
Insiden ini memicu “rapid unscheduled disassembly”, istilah yang digunakan SpaceX untuk menggambarkan kehancuran tak terduga dari pesawat luar angkasa. Kontak terakhir dengan Starship terjadi sekitar 9 menit 30 detik setelah lepas landas.
Dampak dan Implikasi Kegagalan
Kegagalan ini juga berdampak pada lalu lintas udara. Sejumlah bandara di Florida, termasuk Miami dan Orlando, sempat menghentikan penerbangan sementara untuk menghindari kemungkinan bahaya akibat puing-puing yang jatuh.
Di media sosial, beredar video dan laporan warga di Bahama yang menyaksikan puing-puing Starship terbakar di langit. Beberapa orang bahkan mengungkapkan bahwa mereka mencari perlindungan karena khawatir akan dampaknya.
Pakar antariksa menyoroti bahwa meskipun insiden ini merupakan kemunduran bagi SpaceX, proses pengembangan teknologi luar angkasa memang kerap diwarnai dengan tantangan serupa. Kegagalan ini memberikan wawasan baru mengenai aspek teknis yang masih perlu diperbaiki sebelum Starship benar-benar dapat digunakan untuk misi luar angkasa berawak.
Selain itu, insiden ini juga memicu diskusi terkait keamanan penerbangan sipil di wilayah sekitar peluncuran. Organisasi penerbangan internasional meminta SpaceX untuk memperketat pengawasan dalam setiap uji coba peluncuran guna menghindari gangguan pada lalu lintas udara.
Tanggapan SpaceX dan Langkah Selanjutnya
Dalam pernyataan resmi, SpaceX menyatakan bahwa mereka segera berkoordinasi dengan FAA, ATO (Air Traffic Control), dan otoritas keselamatan lainnya untuk menindaklanjuti insiden ini. Mereka juga memastikan bahwa peluncuran telah dilakukan dalam koridor aman, sehingga tidak membahayakan masyarakat di darat, laut, maupun udara.
SpaceX menegaskan bahwa tidak ada bahan beracun dalam puing-puing Starship yang jatuh. Selain itu, dampak terhadap lingkungan, termasuk ekosistem laut dan kualitas air, diperkirakan minimal. Namun, warga yang menemukan potongan puing diminta untuk segera melaporkannya kepada otoritas setempat.
Lebih lanjut, CEO SpaceX, Elon Musk, memberikan pernyataan di akun media sosial pribadinya, menegaskan bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Ia juga menekankan bahwa tim insinyur SpaceX akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menerapkan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan keandalan Starship dalam peluncuran berikutnya.
“Kami belajar banyak dari setiap uji coba. Meskipun kali ini tidak berjalan sesuai harapan, kami semakin dekat untuk mencapai target misi antariksa yang lebih besar,” ujar Musk.
SpaceX berencana untuk melakukan uji coba berikutnya dalam beberapa bulan mendatang, setelah memperoleh izin dari FAA dan menyelesaikan evaluasi teknis dari insiden terbaru ini. Mereka tetap optimistis bahwa Starship akan menjadi kendaraan utama untuk misi eksplorasi Bulan dan Mars dalam dekade mendatang.
Dengan teknologi yang terus dikembangkan dan perbaikan yang diterapkan dari setiap kegagalan, banyak pihak berharap bahwa peluncuran Starship selanjutnya dapat berjalan lebih baik dan membawa industri luar angkasa ke era baru eksplorasi yang lebih maju.










