Geser Kebawah
BisnisOtomotif

Wafatnya Komisaris AUTO Isyaratkan Ujian Baru Tata Kelola Emiten Grup Astra

93
×

Wafatnya Komisaris AUTO Isyaratkan Ujian Baru Tata Kelola Emiten Grup Astra

Sebarkan artikel ini
AUTO Umumkan Kekosongan Kursi Komisaris Usai Wafatnya Bambang Trisulo
PT Astra Otoparts (AUTO) kehilangan komisaris independen Bambang Trisulo. Kekosongan ini sorot tata kelola perusahaan dan arah kontrol internal ke depan.

Astra Otoparts Hadapi Ujian Tata Kelola Usai Komisaris Wafat

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Astra Otoparts Tbk. (IDX:AUTO) tengah menghadapi kekosongan struktural menyusul wafatnya Bambang Trisulo, salah satu komisaris independen senior yang berpulang pada Sabtu (5/7).

Kabar ini dikonfirmasi melalui keterbukaan informasi perusahaan yang dirilis pada Senin (7/7), dan memperlihatkan struktur manajemen tanpa perubahan kecuali satu kursi komisaris yang kini kosong.

Sponsor
Iklan

Namun lebih dari sekadar data kepengurusan, kekosongan ini menyisakan pertanyaan lebih besar: seberapa kuat AUTO menjaga mekanisme tata kelola korporasi (GCG) di tengah kehilangan tokoh sentral pengawas eksternal?

Figur Sentral yang Tak Sekadar Komisaris

Bambang Trisulo bukan nama asing di industri otomotif nasional. Ia adalah arsitek kebijakan otomotif Indonesia di era 2000-an, menjabat Ketua Umum Gaikindo lebih dari satu dekade.

Di AUTO, posisinya sebagai komisaris independen sejak 2021 memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan internal dan pengawasan lintas anak usaha grup.

Tak hanya itu, almarhum juga menjabat di beberapa entitas penting seperti PT Gaya Motor dan lembaga sertifikasi teknisi otomotif nasional di bawah BNSP.

Kehilangan figur seperti ini lebih dari sekadar kehilangan kursi — AUTO kehilangan memori institusional, penghubung antara regulator dan industri, serta penyeimbang dalam dinamika pengambilan keputusan dewan.

Risiko Kekosongan dan Keseimbangan GCG Emiten

Dalam konteks perusahaan terbuka, keberadaan komisaris independen bukan formalitas. Mereka adalah “rem tangan” atas setiap manuver direksi.

AUTO kini menghadapi kewajiban untuk mengisi posisi ini agar tetap patuh terhadap regulasi OJK dan BEI yang mensyaratkan minimum 30% dari dewan komisaris berasal dari unsur independen.

Kekosongan ini juga dapat menimbulkan keresahan pasar apabila berlarut tanpa kejelasan waktu penggantiannya, terutama bagi investor institusi yang menjadikan struktur GCG sebagai dasar asesmen risiko.

Meski AUTO belum mengumumkan rencana suksesi, pasar mengantisipasi bahwa pengganti Bambang Trisulo bukan sekadar soal formasi, tetapi tentang kesinambungan prinsip tata kelola perusahaan.

Struktur Manajemen Tetap, Tapi Kontrol Tengah Uji Coba

Jajaran komisaris AUTO saat ini tetap diisi nama-nama kuat seperti Gidion Hasan (Presiden Komisaris), Agus Tjahajana, Sudirman Maman Rusdi, hingga Bambang Widjanarko dan Thomas Junaidi Alim.

Hamdani Dzulkarnaen Salim juga tetap menjabat Presiden Direktur, didampingi enam direktur lainnya. Struktur ini secara teknis masih stabil, namun kini kehilangan salah satu mata pengawas independen di dalamnya.

Corporate Secretary AUTO, Sophie Handili, menegaskan dalam keterbukaan informasi bahwa selain kekosongan tersebut, tidak ada perubahan nama pengurus per 29 April 2025.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa penggantian komisaris belum ditetapkan, menandakan proses seleksi yang masih berjalan di tingkat internal.

Investor Tunggu Sinyal Arah Tata Kelola Astra Otoparts

Meski tak berdampak langsung pada performa saham AUTO dalam jangka pendek, kondisi ini menempatkan tata kelola sebagai sentimen fundamental yang bisa memengaruhi persepsi investor jangka menengah.

AUTO sebagai bagian dari Grup Astra dikenal dengan reputasi governance yang solid. Namun dinamika seperti ini akan menjadi tolok ukur seberapa sigap perseroan merespons kebutuhan kepatuhan struktural pasca-kekosongan.

Pemilihan pengganti Bambang Trisulo bukan hanya soal personalia, tetapi sinyal publik atas arah kebijakan internal Astra Otoparts dalam menjaga kualitas pengawasan dan integritas kelembagaan emiten otomotif terbesar di Indonesia.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.