Internasional

Waktu 1 Jam Untuk Zelensky Evaluasi Kesepakatan Mineral AS

127
Waktu 1 Jam Untuk Zelensky Evaluasi Kesepakatan Mineral AS
Zelensky hanya diberi 1 jam untuk menimbang kesepakatan mineral yang tawarkan akses penuh AS ke kekayaan mineral Ukraina sebagai imbalan bantuan.

KIEV, BursaNusantara.com – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, baru-baru ini dihadapkan pada situasi yang mendesak. Dalam perundingan kritis yang diadakan di Kiev, Zelensky hanya diberi waktu 1 jam untuk menimbang sebuah kesepakatan mineral yang kontroversial.

Kesepakatan tersebut ditawarkan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, yang mengunjungi Kiev pekan lalu.

Tawaran ini mencakup akses tak terbatas bagi AS ke seluruh kekayaan mineral Ukraina, suatu proposal yang mengejutkan dan penuh implikasi strategis.


Detail Kesepakatan Mineral

Menurut laporan The Economist yang mengutip sumber internal, Scott Bessent mengajukan memorandum yang secara eksplisit menuntut hak atas seluruh sumber daya mineral Ukraina.

Zelensky, yang awalnya mengharapkan pembahasan mengenai dukungan keuangan berkelanjutan bagi negaranya, justru disodori proposal yang mengancam kedaulatan sumber daya alam Ukraina.

Laporan juga menyebutkan bahwa pada 3 Februari 2025, Presiden AS Donald Trump pernah menyatakan ekspektasinya agar Ukraina memberikan jaminan akses ke logam tanah jarang sebagai bagian dari paket bantuan finansial dan militer.

The Financial Times menambahkan bahwa pemerintah Ukraina tengah mempertimbangkan kemungkinan menyerahkan sebagian kekayaan mineral sebagai imbalan atas dukungan tersebut. Namun, dokumen kesepakatan itu tidak menyertakan tambahan bantuan militer, yang menambah ketidakpastian dalam negosiasi ini.


Reaksi Zelensky dan Penundaan Pembahasan

Dalam menghadapi tawaran tersebut, Zelensky dengan tegas menolak kesepakatan yang diberikan. Menurut sumber yang memahami dinamika perundingan, Presiden Ukraina merasa kesepakatan itu terlalu berat sebelah, karena memberikan akses luas kepada AS atas sumber daya mineralnya tanpa imbalan yang sepadan.

Akibatnya, Zelensky memutuskan untuk menunda pembahasan lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut hingga Konferensi Keamanan Munich yang digelar di Jerman pada 14-16 Februari 2025.

Keputusan ini mencerminkan keengganan pemerintah Ukraina untuk mengorbankan kedaulatan alam dan ekonomi nasional demi mendapatkan bantuan yang, meskipun penting, harus seimbang dengan kepentingan nasional. Zelensky tampaknya memilih untuk mengevaluasi kembali posisi Ukraina dalam negosiasi global, terutama di tengah tekanan eksternal yang kuat dari AS.


Implikasi dan Harapan ke Depan

Kesepakatan mineral ini menyentuh isu strategis yang sangat krusial. Akses tak terbatas bagi AS ke kekayaan mineral Ukraina tidak hanya berpotensi mengubah lanskap ekonomi nasional, tetapi juga menimbulkan implikasi geopolitik yang luas.

Para analis mencatat bahwa langkah ini, jika diterima, bisa mengubah keseimbangan tawar-menawar dalam hubungan Ukraina-AS dan memicu reaksi dari mitra strategis Ukraina lainnya.

Di sisi lain, penundaan pembahasan hingga Konferensi Keamanan Munich memberi waktu bagi Zelensky dan timnya untuk merumuskan strategi yang lebih kuat dan mengumpulkan dukungan internasional.

Dengan demikian, negosiasi lanjutan diharapkan akan menghasilkan kesepakatan yang lebih adil dan tidak mengorbankan kedaulatan nasional Ukraina.


Dalam waktu 1 jam yang menegangkan, Zelensky harus mempertimbangkan kesepakatan mineral yang menawarkan akses penuh kepada AS ke kekayaan mineral Ukraina.

Penolakan awal dan penundaan pembahasan menunjukkan tekad pemerintah Ukraina untuk melindungi aset strategisnya.

Sementara perundingan lebih lanjut dijadwalkan pada Konferensi Keamanan Munich, dinamika ini akan terus menjadi sorotan dalam hubungan geopolitik dan ekonomi global.

Baca terus update dan analisis mendalam seputar kebijakan luar negeri serta strategi ekonomi global hanya di BursaNusantara.com, sumber terpercaya berita dan informasi finansial.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version