Geser Kebawah
Internasional

Wall Street Goyah, Tarif Trump Jadi Ancaman Psikologis Pasar

68
×

Wall Street Goyah, Tarif Trump Jadi Ancaman Psikologis Pasar

Sebarkan artikel ini
Wall Street Goyah, Tarif Trump Jadi Ancaman Psikologis Pasar
Wall Street melemah usai Trump pastikan tarif baru 1 Agustus tetap berlaku tanpa pengecualian. Ketidakpastian pernyataan picu kebingungan pasar.

Sentimen Pasar Diguncang Narasi Tarif Trump yang Kontradiktif

NEW YORK, BursaNusantara.com – Pasar saham Amerika Serikat kembali tertekan pada Selasa (8/7/2025) menyusul ketegangan pernyataan Presiden Donald Trump soal kebijakan tarif yang berubah-ubah namun berakhir kaku.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,07% ke 6.225,52, Dow Jones melemah 165,60 poin atau 0,37% ke 44.240,76, sementara Nasdaq justru naik tipis 0,03% ke 20.418,46.

Sponsor
Iklan

Investor terpaku pada sinyal keras dari Gedung Putih yang menegaskan tidak ada kompromi dalam penerapan tarif impor mulai 1 Agustus mendatang.

Trump Pertegas Sikap Lewat Media Sosial, Pasar Gelisah

Lewat unggahan terbaru di Truth Social, Trump menyatakan bahwa tanggal 1 Agustus adalah final dan tidak ada pengecualian atas kebijakan tarif baru.

Pernyataan ini menghapus harapan pasar yang sempat tumbuh sehari sebelumnya saat Trump menyebut tenggat penerapan tarif masih bersifat tentatif.

Tarif tambahan sebesar 50% atas produk tembaga diumumkan secara bersamaan, memicu tekanan psikologis baru terhadap pelaku pasar komoditas dan manufaktur.

Sebelumnya, pada Senin (7/7), Trump telah mengguncang bursa dengan keputusan memberlakukan tarif 25% untuk produk asal Jepang dan Korea Selatan.

Secara total, 14 negara telah masuk daftar sasaran kebijakan dagang baru AS yang oleh sebagian analis disebut sebagai “tarif maraton”.

Indeks Goyah, Sentimen Psikologis Lebih Dominan dari Data

Pelemahan Dow Jones dalam dua hari berturut-turut, termasuk koreksi lebih dari 400 poin pada awal pekan, memperlihatkan dominasi faktor psikologis atas indikator fundamental.

Pasar ragu membaca arah kebijakan Trump yang cenderung fluktuatif, namun pada saat bersamaan menjadi penentu utama arah perdagangan global.

Banyak investor menilai bahwa dampak tarif secara aktual belum terlihat, namun narasinya sudah cukup menciptakan ketakutan.

“Pasar awalnya optimis bahwa tarif tidak akan berdampak luas, tetapi pernyataan yang kontradiktif menimbulkan ketidakpastian baru,” ujar Bill Merz dari US Bank Wealth Management.

Menurutnya, sejak April lalu pasar sebenarnya telah membentuk ekspektasi moderat bahwa pertumbuhan ekonomi dan laba korporasi tetap solid.

Saham Teknologi Bertahan, Bank Terpukul Pandangan Suram

Di tengah kekacauan sentimen, saham Nvidia justru melanjutkan reli naik 1%, mendekatkan kapitalisasi pasarnya ke angka US$ 4 triliun.

Namun sektor perbankan justru menjadi pemberat utama indeks hari itu, dipicu proyeksi negatif dari HSBC terhadap kinerja bank-bank besar.

Saham JPMorgan Chase dan Bank of America masing-masing turun 3%, sementara Goldman Sachs terkoreksi hampir 2%.

Kondisi ini menggambarkan perbedaan reaksi antar sektor ketika teknologi bertahan, sementara keuangan mulai bersikap lebih defensif.

Pasar kini bersiap menghadapi minggu-minggu penuh volatilitas, sambil menantikan apakah retorika Trump akan berubah lagi, atau benar-benar diwujudkan secara utuh.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.