Geser Kebawah
Internasional

Wall Street Rebound Usai Trump Amuk Zelenskiy, Investor Masih Waspada

130
×

Wall Street Rebound Usai Trump Amuk Zelenskiy, Investor Masih Waspada

Sebarkan artikel ini
Wall Street Rebound Usai Trump Amuk Zelenskiy, Investor Masih Waspada
Indeks utama Wall Street menguat usai debat panas Trump-Zelenskiy di Gedung Putih. Namun, investor masih mewaspadai dampak ekonomi global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar saham Amerika Serikat kembali mengalami volatilitas tinggi pada Jumat (28/2/2025). Indeks utama Wall Street berhasil ditutup menguat meski sempat terguncang oleh perdebatan panas antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih.

Berdasarkan data perdagangan, S&P 500 naik 1,59% ke 5.954,50, Nasdaq menguat 1,63% menjadi 18.847,28, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,39% ke level 43.840,91.

Sponsor
Iklan

Debat Panas Trump-Zelenskiy dan Dampaknya ke Pasar

Peristiwa debat yang disiarkan secara langsung di Gedung Putih menciptakan gelombang ketidakpastian bagi investor. Menurut laporan Reuters, Trump dan Zelenskiy saling beradu argumen mengenai hubungan bilateral AS-Ukraina, khususnya terkait kesepakatan sumber daya alam yang gagal tercapai.

Ketidakpastian ini sempat memicu aksi jual di pasar saham. Indeks S&P 500 turun di awal perdagangan sebelum akhirnya bangkit menjelang penutupan. Investor awalnya khawatir bahwa ketegangan geopolitik ini dapat memperburuk kondisi ekonomi global, terutama di tengah inflasi AS yang masih tinggi.

Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments, mengomentari situasi ini:

“Suasana perdebatan cukup tegang. Itu sebabnya pasar sempat anjlok, tetapi kemudian para investor mulai bersikap lebih rasional dan indeks kembali menguat.”

Kinerja Sektor Saham: Keuangan dan Barang Konsumsi Memimpin

Di antara 11 sektor dalam indeks S&P 500, sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,1%, diikuti oleh sektor barang konsumsi yang naik 1,8%.

Volume perdagangan juga meningkat, dengan sekitar 17,5 miliar saham berpindah tangan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 15,4 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

Namun, secara mingguan, S&P 500 masih terkoreksi 1%, Nasdaq turun 3,5%, sementara Dow Jones naik hampir 1%. Hal ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap pasar masih ada, terutama dari faktor ekonomi makro.

Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Selain isu geopolitik, investor juga mencermati data inflasi AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa inflasi pada Januari 2025 sesuai ekspektasi, tetapi belanja konsumen turun 0,2% setelah mengalami kenaikan 0,8% pada Desember.

Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, mengatakan:

“Penurunan belanja konsumen menunjukkan ekonomi AS mulai mendingin. Namun, inflasi yang tetap tinggi menciptakan dilema bagi The Fed. Jika keduanya digabungkan, kita bisa menghadapi risiko stagflasi.”

Kebijakan moneter The Fed kini menjadi perhatian utama. Investor melihat peluang bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dua kali pada Desember 2025, meskipun para pejabat bank sentral masih mempertahankan sikap hawkish.

Pasar Saham dan Sentimen Global: Apa Selanjutnya?

Beberapa faktor yang akan menjadi perhatian pasar ke depan meliputi:

1. Sikap Trump terhadap Perdagangan Global

Kebijakan perdagangan Trump, khususnya terkait tarif impor dan hubungan dengan China serta Ukraina, dapat berdampak negatif pada pasar saham. Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, menilai bahwa:

“Pembicaraan tarif berdampak negatif pada pasar saham. Ini bisa menahan laju kenaikan indeks sampai ada kejelasan lebih lanjut.”

2. Volatilitas Pasar dan Indeks Ketakutan Wall Street

Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang sering disebut sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir di 21,26 poin. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi ke depan.

3. Komentar The Fed dan Data Ekonomi Berikutnya

Investor juga menantikan pernyataan dari Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, yang diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS.

Pasar Mulai Pulih, Tapi Risiko Masih Ada

Meski Wall Street berhasil rebound setelah debat panas Trump-Zelenskiy, risiko ketidakpastian global masih tinggi. Investor perlu mencermati kebijakan perdagangan Trump, langkah The Fed terhadap inflasi, serta perkembangan hubungan AS-Ukraina ke depan.

Ketidakpastian ini membuat volatilitas pasar tetap tinggi, sehingga strategi investasi yang hati-hati menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru