Kesehatan

Wanita Berisiko Lebih Tinggi Terkena Long Covid, Studi Mengungkap Fakta Baru

85
wanita berisiko lebih tinggi terkena long covid, studi mengungkap fakta baru kompres
Wanita berisiko 31% lebih tinggi terkena long Covid dibanding pria. Studi terbaru mengungkap pentingnya pendekatan gender dalam pencegahan dan pengobatan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Wanita memiliki risiko 31% lebih tinggi untuk mengalami long Covid dibandingkan pria, menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) Network Open.

Penelitian ini mengungkap bahwa risiko tersebut meningkat terutama pada wanita usia 40 hingga 55 tahun, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok ini dalam pencegahan dan pengelolaan Covid jangka panjang.

Hasil Studi Mendalam

Studi yang dipimpin oleh peneliti dari Universitas Texas, Amerika Serikat, mengamati lebih dari 12.200 peserta, di mana 73% di antaranya adalah wanita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh para peserta setidaknya enam bulan setelah mereka terinfeksi Covid-19. Penelitian ini berlangsung antara Oktober 2021 hingga Juli 2024.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita, kecuali yang berusia 18 hingga 39 tahun, memiliki risiko 31% lebih tinggi terkena long Covid. Risiko ini konsisten di berbagai kategori, termasuk ras, etnis, varian Covid, dan tingkat keparahan infeksi.

Faktor Risiko pada Wanita

Penelitian ini juga menemukan bahwa risiko long Covid mencapai 42% pada wanita menopause dan 45% pada wanita non-menopause. Gejala utama long Covid meliputi kelelahan ekstrem, kabut otak, dan gejala lain yang berlangsung lama setelah fase akut infeksi.

Thomas Patterson, profesor kedokteran dan kepala divisi penyakit menular di Universitas Texas, menjelaskan bahwa temuan ini memberikan wawasan penting untuk mencegah dan mengobati kondisi yang melemahkan ini.

Menurut para ahli, proses biologis yang berkontribusi pada perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin perlu dipahami lebih lanjut. Penelitian mendalam ini berpotensi membantu pengembangan obat-obatan yang ditargetkan untuk mengelola long Covid secara lebih efektif.

Pentingnya Memahami Perbedaan Gender

Dimpy Shah, asisten profesor ilmu kesehatan populasi di Universitas Texas, menekankan bahwa perbedaan risiko Covid jangka panjang berdasarkan jenis kelamin adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh pasien dan tim medis. “Memahami perbedaan ini dapat membantu kita mengenali dan merawat pasien dengan Covid jangka panjang secara lebih efektif,” ujar Shah.

Meskipun beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih rentan terhadap kondisi pasca-virus dan penyakit autoimun, penelitian terbaru ini memberikan bukti yang lebih spesifik terkait Covid jangka panjang.

Penelitian RECOVER memberikan pandangan mendalam karena melibatkan beragam peserta dengan mempertimbangkan faktor seperti status vaksinasi, penyakit autoimun, diabetes, indeks massa tubuh (BMI), dan varian Covid.

Mengapa Wanita Lebih Rentan?

Para peneliti percaya bahwa faktor hormonal dan respons imun tubuh mungkin menjadi penyebab utama perbedaan ini. Hormon estrogen, misalnya, diketahui memiliki dampak signifikan terhadap fungsi sistem imun. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme biologis ini secara detail.

Apa Itu Long Covid?

Long Covid, atau Covid jangka panjang, adalah kondisi di mana gejala Covid-19 bertahan lebih dari empat minggu setelah infeksi awal. Gejala yang paling umum termasuk kelelahan, kabut otak, sesak napas, nyeri otot, dan gangguan tidur.

Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan, terutama bagi mereka yang sebelumnya memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Dampak Global dan Upaya Pencegahan

Dengan diperkirakan memengaruhi sekitar sepertiga dari mereka yang pernah terinfeksi Covid-19, long Covid menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang mendesak.

Penelitian seperti studi RECOVER memberikan wawasan berharga untuk membantu mengidentifikasi kelompok yang paling rentan dan mengembangkan strategi pengobatan yang efektif.

Meskipun vaksinasi telah terbukti mengurangi risiko long Covid, langkah pencegahan tambahan seperti pemantauan kesehatan yang lebih ketat pada wanita, terutama mereka yang berada dalam kelompok usia berisiko, sangat penting.

Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis gender dalam memahami dan mengelola long Covid. Dengan risiko yang lebih tinggi pada wanita, terutama mereka yang berusia 40 hingga 55 tahun, langkah-langkah pencegahan dan pengobatan harus lebih terfokus pada kelompok ini.

Temuan ini tidak hanya memberikan wawasan ilmiah baru tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien long Covid di seluruh dunia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version