BisnisInfrastruktur

Waskita Karya Percepat Restrukturisasi, Targetkan Stabilitas Keuangan dan Pertumbuhan Bisnis

125
Waskita Karya Percepat Restrukturisasi, Targetkan Stabilitas Keuangan dan Pertumbuhan Bisnis
Waskita Karya mempercepat restrukturisasi keuangan dan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan. Simak langkah-langkahnya di sini!

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus melangkah maju dalam upayanya memperkuat stabilitas keuangan dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Sebagai salah satu BUMN Konstruksi terkemuka, Waskita Karya telah menetapkan berbagai strategi, mulai dari restrukturisasi keuangan hingga inovasi digital guna memastikan kontribusi berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

BUMN Konstruksi: Pilar Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menegaskan bahwa peran BUMN Konstruksi, termasuk Waskita Karya, sangat krusial dalam meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan pekerjaan.

“BUMN Karya (konstruksi) berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, melalui konektivitas yang terbangun. Peningkatan lapangan pekerjaan serta mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat, ini sudah kita rasakan,” ujar Anggia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Dengan pembangunan berbagai proyek strategis seperti jalan tol, bandara, jembatan, dan bendungan, Waskita Karya menjadi salah satu tulang punggung dalam percepatan infrastruktur di Indonesia.

Restrukturisasi Keuangan: Pilar Utama dalam Rencana Bisnis Waskita

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyebutkan bahwa perusahaan telah berhasil menyelesaikan Master Agreement Restructuring (MRA) 2024 sesuai target. Restrukturisasi ini menjadi dasar utama dalam peta jalan bisnis jangka panjang 2024-2029.

1. Penyelesaian Utang dan Sentralisasi Keuangan

Waskita telah menyelesaikan utang vendor sebesar Rp7 triliun, dengan 38 persen di antaranya merupakan utang yang sudah melewati jatuh tempo. Langkah ini dilakukan melalui sistem sentralisasi keuangan, di mana pembayaran vendor kini langsung diatur oleh pusat untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dana.

2. Efisiensi dan Transparansi Keuangan

Transformasi keuangan yang dilakukan dalam dua tahun terakhir telah memberikan dampak positif signifikan. Sepanjang tahun 2024, Waskita mencatat kontribusi pajak sebesar Rp2,9 triliun, meningkat 107 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Strategi Bisnis: Fokus pada Kontrak Baru dan Manajemen Risiko

Waskita Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) dengan membentuk Komite Manajemen Risiko guna memastikan bahwa setiap proyek yang diambil memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan risiko yang terkelola dengan baik.

“Kami membentuk Komite Manajemen Risiko untuk menilai kelayakan proyek sebelum memutuskan untuk mengambil suatu tender,” kata Ermy.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis agar Waskita tetap kompetitif di industri konstruksi nasional dan global.

Digitalisasi dan Inovasi: Transformasi Menuju Efisiensi dan Kinerja Optimal

Waskita Karya juga melakukan transformasi digital pada berbagai aspek bisnisnya, termasuk dalam operasional proyek. Beberapa langkah strategis yang telah diterapkan antara lain:

1. Integrasi Core System ERP SAP S/4 HANA dengan BIM dan LPS

Sistem ini memungkinkan Waskita untuk melakukan perencanaan proyek dengan lebih akurat dan efisien, mengurangi potensi kesalahan serta meningkatkan transparansi dalam proses konstruksi.

2. Penerapan AI dalam Deteksi Kerusakan Jalan

Teknologi AI WISENS (Waskita Intelligent Sensing System) telah digunakan dalam proyek jalan tol untuk mendeteksi retakan atau kerusakan jalan secara otomatis. Dengan teknologi ini, proses inspeksi bisa dilakukan 40 persen lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

“Dengan penggunaan AI Pavement Crack Detection, kami bisa meningkatkan efektivitas pengawasan infrastruktur serta memastikan standar kualitas yang lebih tinggi,” jelas Ermy.

3. Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi (TI)

Waskita juga telah mengembangkan Dashboard Management Terintegrasi serta sistem keuangan berbasis digital guna mendukung Internal Control Over Financial Reporting (IcoFR). Hal ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

Kinerja Keuangan Membaik, EBITDA Naik 141%

Laporan keuangan kuartal III 2024 menunjukkan peningkatan kinerja Waskita Karya yang signifikan:

  • Laba Bruto meningkat 33,18 persen YoY, dari Rp773,93 miliar menjadi Rp1,03 triliun.
  • Gross Profit Margin (GPM) naik menjadi 15,19 persen, dibandingkan 9,90 persen pada periode sebelumnya.
  • EBITDA melonjak 141 persen, dari Rp252 miliar menjadi Rp609 miliar.

Angka-angka ini mencerminkan hasil positif dari transformasi bisnis dan strategi efisiensi yang telah diterapkan.

Proyek Berjalan: Fokus pada Infrastruktur dan Sumber Daya Air

Saat ini, Waskita tengah mengerjakan 68 proyek dengan total nilai Rp44,7 triliun. Dari jumlah tersebut:

  • 61 persen proyek berfokus pada konektivitas jalan tol dan jembatan.
  • 21 persen proyek terkait sumber daya air, seperti bendungan dan irigasi.
  • 17 persen proyek gedung dan konstruksi lainnya.

Dari proyek-proyek yang dibiayai oleh APBN, sebanyak 31 proyek senilai Rp17,1 triliun masih dalam tahap pengerjaan, dengan mayoritas terdiri dari proyek sumber daya air.

Waskita Karya Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Dengan berbagai langkah strategis yang telah diterapkan, Waskita Karya menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi pemain utama di industri konstruksi Indonesia. Melalui restrukturisasi keuangan, transformasi digital, serta penguatan manajemen risiko, perusahaan ini optimis bisa mencapai stabilitas dan pertumbuhan bisnis yang lebih baik di masa depan.

Sebagai salah satu BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya terus berupaya menghadirkan proyek-proyek berkualitas tinggi yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Kami akan terus menjaga stabilitas keuangan serta mengembalikan fokus utama perusahaan pada sektor konstruksi gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan,” pungkas Ermy.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version