Gaya HidupKesehatan

Waspada Musim Hujan, Kasus DBD Meningkat di Indonesia

168
waspada musim hujan, kasus dbd meningkat di indonesia
Meningkatnya kasus DBD saat musim hujan memerlukan tindakan pencegahan maksimal. Pemerintah dan masyarakat diminta aktif terapkan 3M Plus dan vaksinasi.

Jakarta – Memasuki musim penghujan, ancaman penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat, seiring dengan kondisi cuaca yang mendukung siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Tingginya intensitas curah hujan tidak hanya mempercepat proses perkembangbiakan nyamuk, tetapi juga meningkatkan risiko replikasi virus dengue. Hal ini memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan berbagai pihak terkait untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga minggu ke-46 tahun 2024 (22 November), tercatat sebanyak 218.356 kasus DBD di seluruh Indonesia, dengan jumlah kematian mencapai 1.259 jiwa. Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah dengan angka kasus tertinggi di Indonesia, mencatat 7.761 kasus dan 52 kematian, masuk dalam daftar 10 provinsi dengan kasus tertinggi. Wilayah ini juga menjadi salah satu dari lima daerah dengan jumlah kematian tertinggi akibat DBD, bersama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kolaborasi Nasional Melawan DBD

Dalam menghadapi ancaman ini, PT Takeda Innovative Medicines bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan pemangku kepentingan setempat mengadakan program “Langkah Bersama Cegah DBD” yang berlangsung di Kota Medan pada 29 November hingga 1 Desember 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian DBD.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Ina Agustina Isturini, MKM, menegaskan bahwa pemberantasan DBD memerlukan kerja keras yang konsisten. “DBD tetap menjadi tantangan besar di Indonesia. Kami memiliki target untuk mencapai nol kematian akibat DBD pada tahun 2030, sebagaimana dicanangkan oleh WHO,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan Strategi Nasional Penanganan Dengue 2021-2025 untuk menekan angka kasus. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Pendekatan ini dapat dilengkapi dengan inovasi vaksinasi untuk melindungi kelompok rentan.

Tingginya Risiko di Sumatera Utara

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, AP, M.AP, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus DBD pada musim penghujan sangat signifikan. Hingga 28 November 2024, tercatat 7.994 kasus dengan 52 kematian di wilayah Sumatera Utara. Angka ini menunjukkan lonjakan hingga 100% dibandingkan tahun 2023, yang hanya mencatat 4.687 kasus dan 24 kematian.

Faisal menyebutkan bahwa puncak musim penghujan di November hingga Desember menjadi momen kritis. Kabupaten Karo, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Nias Selatan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi di provinsi tersebut. “Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memerangi DBD,” ujarnya.

Pentingnya Vaksinasi sebagai Tambahan Perlindungan

Selain langkah-langkah pencegahan fisik, vaksinasi disebut sebagai inovasi yang dapat meningkatkan perlindungan terhadap DBD. dr. Dewi Sari, SpA, Spesialis Anak, menekankan bahwa semua kelompok usia, khususnya usia produktif (15-44 tahun) dan anak-anak (5-14 tahun), memiliki risiko tinggi terkena DBD.

“Pencegahan tidak bisa ditunda. Dengue dapat menjangkit seseorang lebih dari satu kali, karena virus ini memiliki empat serotipe berbeda. Setelah terjangkit salah satu serotipe, seseorang masih berisiko terkena infeksi lebih berat dari serotipe lainnya,” jelas dr. Dewi.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan komprehensif, termasuk vaksinasi, sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi serius akibat DBD. “Mari bersama membangun perlindungan yang kuat terhadap dengue, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga komunitas,” pungkasnya.

Kesimpulan

Meningkatnya kasus DBD selama musim penghujan membutuhkan perhatian ekstra dari semua pihak. Konsistensi dalam menerapkan langkah pencegahan seperti 3M Plus dan pemanfaatan vaksinasi sebagai tambahan perlindungan harus menjadi prioritas. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, target nol kematian akibat DBD pada 2030 dapat tercapai. Jangan abaikan ancaman ini—mulailah pencegahan dari sekarang!

YouTube video player

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version