Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

WIFI Gelar Rights Issue Rp5,89 Triliun, Gandeng Investor Global

77
×

WIFI Gelar Rights Issue Rp5,89 Triliun, Gandeng Investor Global

Sebarkan artikel ini
WIFI Gelar Rights Issue Rp5,89 Triliun, Gandeng Investor Global
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) akan rights issue Rp5,89 triliun untuk ekspansi FTTH di Jawa, kolaborasi dengan NTT East Jepang, dan sokongan dari pemegang saham utama.

WIFI Siapkan Ekspansi Jumbo Lewat Right Issue dan Kemitraan Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten teknologi infrastruktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX:WIFI) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme rights issue senilai Rp5,89 triliun untuk mendukung ekspansi jaringan internet murahnya di Indonesia.

Lewat aksi korporasi ini, WIFI akan menerbitkan hingga 2,94 miliar saham baru, setara 55,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp2.000 per saham.

Sponsor
Iklan

Rasio HMETD ditetapkan 4:5, yang berarti setiap pemegang 4 saham lama berhak membeli 5 saham baru. Investor yang tidak menebus HMETD akan mengalami dilusi hingga maksimal 55,56%.

Manajemen menegaskan bahwa dana hasil rights issue akan dialirkan melalui entitas anak secara berjenjang: dari WIFI ke PT Jaringan Infra Andalan (JIA), lalu ke anak JIA, yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

Fokus ke Jaringan FTTH dan 5 Juta Homepass di Jawa

Porsi terbesar dana, yaitu sekitar Rp5,8 triliun, akan digunakan untuk membangun jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang mencakup 5 juta homepass di Pulau Jawa.

FTTH menjadi tulang punggung ekspansi konektivitas berbasis serat optik yang akan menjangkau rumah tangga dan pelaku UMKM di wilayah urban dan semi-urban.

Sisa dana rights issue akan digunakan sebagai modal kerja IJE dalam operasional dan pemeliharaan jaringan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi agresif WIFI memperkuat kapabilitas teknologinya sembari menciptakan infrastruktur digital yang inklusif.

Pemegang Saham Utama Jadi Standby Buyer

Direktur WIFI, Shannedy Ong, mengungkapkan bahwa PT Investasi Sukses Bersama sebagai pemegang saham utama akan menjadi pembeli siaga (standby buyer).

Meski tidak tercantum eksplisit dalam prospektus, mereka akan menyerap sisa HMETD yang tidak diambil investor publik.

“Kami berharap investor dapat menebus HMETD-nya. Tapi kalaupun tidak, pemegang saham utama akan menyerap,” tegas Shannedy dalam forum pemegang saham, Jumat (4/7).

Kepastian standby buyer ini menunjukkan keyakinan internal terhadap prospek jangka panjang emiten berkode WIFI itu.

Kemitraan Strategis Berskala Nasional dan Global

Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, menyoroti keberhasilan perusahaan menutup tahun 2024 dengan kinerja positif dan pertumbuhan berkelanjutan di Kuartal I 2025.

Ia menyatakan bahwa bisnis WIFI tidak hanya tumbuh, tapi juga berkelanjutan berkat model kolaboratif dengan lebih dari 400 ISP lokal yang sekaligus UMKM.

Kolaborasi ini menjangkau 400 stasiun kereta api melalui proyek penyediaan internet berbasis homepass.

Tak hanya itu, WIFI juga bermitra dengan korporasi besar seperti PGN (Pertamina), serta mitra teknologi global termasuk Nokia, Huawei, Fibercon, Qualcomm, dan Forexside.

Kemitraan ini menguatkan struktur bisnis WIFI sebagai penyedia backbone konektivitas yang dapat diandalkan.

NTT East Jepang Bergabung sebagai Mitra Internasional

Gebrakan terbaru datang dari kolaborasi dengan NTT East, anak usaha dari raksasa telekomunikasi Jepang, NTT Group.

NTT East masuk melalui kepemilikan tidak langsung di IJE, anak usaha WIFI yang menjadi eksekutor jaringan FTTH.

“Ini bukan sekadar dukungan modal dan teknologi. Ini validasi global terhadap kredibilitas kami dan masa depan industri ini di Indonesia,” ujar Yune.

NTT dikenal sebagai operator FTTH terbesar di Jepang dengan 25 juta pelanggan. Masuknya NTT memberi sinyal bahwa WIFI kini dipandang sebagai pemain serius dengan prospek jangka panjang yang solid.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.