BisnisOtomotif

Yamaha Indonesia Masih Hati-Hati Masuki Pasar Motor Listrik

65
Yamaha Indonesia Masih Hati-Hati Masuki Pasar Motor Listrik (1)
Yamaha Indonesia belum tergesa masuk ke pasar motor listrik, memilih strategi hati-hati karena dominasi segmen bawah dan tantangan harga bersaing.

Yamaha Amati Pasar EV, Belum Langsung Tancap Gas

JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah gencarnya tren elektrifikasi, Yamaha Indonesia belum tergesa untuk masuk ke pasar sepeda motor listrik dan masih memilih strategi hati-hati.

Manajer Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menegaskan bahwa Yamaha melihat peluang EV secara selektif dan menyesuaikan karakter pasarnya.

Menurut Rifki, mayoritas pasar motor listrik di Indonesia saat ini berada di segmen bawah.

Situasi tersebut membuat Yamaha harus mempertimbangkan kembali pendekatan bisnisnya, terutama karena rekam jejak produk mereka lebih kuat di segmen premium.

Rifki menyebut bahwa Yamaha E01, motor listrik yang pernah diperkenalkan ke publik, adalah bagian dari segmen premium, bukan low-end.

Segmen Bawah Jadi Tantangan bagi Yamaha

Rifki menyampaikan bahwa secara harga, produk Yamaha tidak bisa bersaing di segmen EV murah.

Ia menjelaskan bahwa struktur harga low electric vehicle sulit dijangkau tanpa subsidi atau skema biaya khusus.

Itu sebabnya Yamaha belum berani melangkah lebih jauh tanpa kalkulasi matang terhadap proyeksi keuntungannya.

“Untuk yang low electric vehicle, secara harga tidak bisa bersaing,” kata Rifki saat ditemui di Lombok.

Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa Yamaha menghindari perang harga yang tidak menguntungkan di kelas bawah.

Yamaha Masih Fokus Kembangkan di Luar Negeri

Meski belum agresif di Indonesia, Yamaha sejatinya sudah lebih dulu menjajal pasar EV di luar negeri.

Yamaha telah memasarkan motor listrik di Eropa dan Vietnam, dengan hasil yang cukup positif secara komersial.

Di India, Yamaha bahkan menjalin kerja sama dengan River Indie untuk mengembangkan motor listrik RY01.

RY01 disebut-sebut sebagai proyek masa depan Yamaha untuk segmen elektrifikasi yang lebih terjangkau.

Hal ini menunjukkan bahwa Yamaha memiliki roadmap EV global yang aktif, namun belum semua dibawa ke Indonesia.

Honda Sudah Lebih Dulu Melaju di Indonesia

Berbeda dengan Yamaha, pesaing utamanya yaitu Honda telah mengambil langkah lebih maju di Indonesia.

Honda resmi meluncurkan EM1 e: pada Desember 2023 dengan harga sekitar Rp33 juta (OTR Jakarta).

Harga tersebut sudah termasuk subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta untuk mendukung adopsi EV.

EM1 e: memiliki daya jelajah 41 Km dan kecepatan maksimum 45 Km/jam, cocok untuk penggunaan harian urban.

Langkah Honda ini menjadi tekanan tersendiri bagi Yamaha untuk segera merespons dinamika pasar domestik.

Sinyal Strategi Yamaha di Masa Depan

Meski belum ada tanggal pasti, Yamaha memberikan sinyal bahwa strategi menuju pasar motor listrik sedang dipersiapkan.

Rifki tak menampik bahwa Yamaha memiliki ketertarikan terhadap pasar EV, hanya saja belum waktunya untuk eksekusi cepat.

Yamaha menunggu kondisi pasar lebih matang, terutama dalam hal segmentasi dan dukungan kebijakan.

Langkah hati-hati ini juga mencerminkan karakter Yamaha yang mengutamakan kualitas dan positioning jangka panjang.

Dengan rekam jejak global dan pengembangan teknologi yang kuat, Yamaha dinilai hanya menunggu momentum ideal.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version