Geser Kebawah
BisnisEnergi

PHE Tingkatkan Produksi Migas Nasional dengan Strategi Berkelanjutan

150
×

PHE Tingkatkan Produksi Migas Nasional dengan Strategi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
PHE Tingkatkan Produksi Migas Nasional dengan Strategi Berkelanjutan
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) meningkatkan produksi migas nasional dengan strategi eksplorasi berkelanjutan untuk memastikan ketahanan energi.

Kinerja Produksi Migas PHE Januari 2025

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas secara berkelanjutan. Pada Januari 2025, PHE mencatatkan hasil produksi yang menggembirakan, yakni 553,67 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2.826,56 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Peningkatan ini didukung oleh berbagai strategi operasional yang mencakup penyelesaian pengeboran sumur eksplorasi sebanyak dua sumur, eksploitasi 70 sumur, workover 80 sumur, dan well service pada 3.016 sumur. Selain itu, PHE juga berhasil mencatatkan survei seismik 3D seluas 164,29 kilometer persegi (km2), yang menjadi salah satu langkah penting dalam eksplorasi sumber daya migas.

Sponsor
Iklan

Strategi PHE dalam Meningkatkan Produksi Migas

Penerapan Teknologi untuk Optimalisasi Produksi

Untuk meningkatkan efisiensi produksi, PHE menerapkan berbagai teknologi canggih, termasuk Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti waterflood dan steamflood. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur yang telah beroperasi lama dan mengoptimalkan cadangan migas yang ada.

Selain itu, percepatan proyek greenfield atau pengembangan lapangan baru juga menjadi prioritas utama. Upaya ini mencakup eksplorasi wilayah baru, termasuk pengeboran di laut dalam (deepwater drilling) dan target lebih dalam dari sumur konvensional.

Kontribusi Terhadap Produksi Migas Nasional

Saat ini, Subholding Upstream Pertamina menyumbang sekitar 69% dari produksi minyak nasional dan 37% dari produksi gas nasional. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2025, target produksi minyak ditetapkan sebesar 416 MBOPD dan gas sebesar 2.536 MMSCFD.

Ke depan, PHE berencana untuk terus mendorong efisiensi operasional dan mencari peluang eksplorasi baru guna mempertahankan ketahanan energi nasional.

Penemuan Sumber Daya Migas Baru

Keberhasilan Eksplorasi Tahun 2024

Pada tahun 2024, PHE mencatatkan keberhasilan besar dalam eksplorasi migas dengan realisasi temuan sumber daya migas kontijen 2C Recoverable sebesar 652 juta barel standar minyak (MMBOE) atau 2C Inplace sebesar 1,75 BBOE.

Pencapaian ini meningkat 34% dibandingkan tahun 2023, yang mencatatkan temuan sebesar 488 MMBOE. Capaian ini merupakan yang terbesar dalam 15 tahun terakhir sejak 2009.

High Impact Discovery di Sumur Tedong-001

Salah satu faktor utama pencapaian ini adalah penemuan High Impact Discovery di sumur Tedong (TDG)-001 yang berlokasi di Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP Region IV Zona 13. Sumur ini memiliki sumber daya 2C Recoverable sebesar 548 BCFG dan kondensat sebesar 13,51 MMBC.

Selain itu, eksplorasi juga dilakukan di lima titik lainnya di Indonesia Timur, yaitu East Wolai (EWO)-001, West Wolai (WWO)-001, Julang Emas (JLE)-001, Yaki Emas (YKE)-001, dan Tedong (TDG)-001.

Temuan Baru di Sumatra Selatan

Selain Sumur Tedong, PHE juga berhasil menemukan sumber daya migas baru di struktur Padang Pancuran (PPC)-1 di Sumatra Selatan, yang memiliki sumber daya 2C Recoverable sebesar 140,6 MMBOE (2C Inplace 550 MMBO). Sumur PPC-1 dibor sedalam 3.750 feet (1.143 meter) dan masih memiliki potensi untuk eksplorasi lebih lanjut dengan 2-3 pengeboran appraisal tambahan.

Komitmen PHE terhadap ESG dan Keberlanjutan

PHE terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi migas yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan ini juga menjalankan kebijakan Zero Tolerance on Bribery, dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 untuk memastikan transparansi dan integritas dalam operasional bisnisnya.

Selain itu, PHE berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emissions dengan berbagai langkah strategis, seperti:

  • Pembangunan Biogas Power Plant dan BioCNG untuk mengurangi emisi karbon.
  • Penggunaan kendaraan listrik (EV) dalam operasional industri.
  • Peralihan bertahap dari B30 ke B40 dan B50 sesuai regulasi pemerintah.
  • Implementasi solar panel di berbagai fasilitas operasional.

Masa Depan Industri Migas Nasional

Dengan strategi eksplorasi yang agresif, penerapan teknologi mutakhir, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, PHE optimistis bahwa industri migas Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Langkah-langkah ini akan memastikan ketersediaan energi nasional dalam jangka panjang sekaligus mendukung pencapaian target ketahanan energi Indonesia.

Ke depan, PHE akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan minyak dan gas kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible, dan Good Governance, memastikan Indonesia tetap kompetitif dalam industri energi global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru