JAKARTA, BursaNusantara.com – Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2024. Laba bersih perusahaan mencapai Rp18,74 triliun, meningkat 37.380 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp50,14 miliar. Pertumbuhan luar biasa ini didorong oleh kinerja solid bisnis inti dan manfaat dari strategi deleveraging yang dilakukan perusahaan.
Pertumbuhan Segmen Real Estate
Pada segmen real estate, LPKR membukukan pendapatan Rp5,06 triliun, naik 15 persen YoY. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk serah terima unit hunian dan komersial tepat waktu, serta meningkatnya permintaan untuk lahan makam di San Diego Hills.
EBITDA segmen ini tercatat stabil di Rp1,1 triliun, menandakan efisiensi biaya yang tetap terjaga. Selain itu, pra-penjualan mencapai Rp6,01 triliun, melampaui target tahunan sebesar 12 persen. Hal ini menunjukkan kuatnya permintaan pasar terhadap rumah tapak dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Lippo Karawaci (LPKR) Catat Laba Rp 18,7 Triliun di 2024
Proyek Unggulan Mendorong Penjualan
Proyek-proyek unggulan seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown mendominasi penjualan tahun ini. Peluncuran produk terbaru seperti Zen Series, Cendana Suites, Blackslate Series Park Serpong, dan XQ Livin Lippo Cikarang Cosmopolis juga berkontribusi pada peningkatan volume dan harga penjualan.
Pada November 2024, LPKR mulai melakukan serah terima fase pertama Park Serpong, lebih cepat dari jadwal yang dijanjikan, yakni kurang dari 18 bulan. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan dan kecepatan serah terima proyek.
Baca Juga: Lippo Karawaci Perkuat Posisi Lewat Inovasi Produk dan Layanan
Kinerja Layanan Kesehatan Meningkat
Anak usaha Siloam International Hospitals (SILO) terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam berbagai indikator operasional utama sepanjang 2024:
- Pasien rawat inap: 326.030, naik 8% YoY
- Hari rawat inap: 1.007.479, meningkat 7% YoY
- Kunjungan rawat jalan: Lebih dari 4 juta, naik 7% YoY
- Jumlah tempat tidur: 4.133 unit, dengan tingkat hunian 66,6%, naik 2% dari tahun sebelumnya
Sejak Juni 2024, LPKR telah mendekonsolidasi kinerja keuangan SILO dan kini mencatatnya sebagai investasi pada asosiasi. Setelah divestasi sebagian sahamnya, LPKR kini memiliki 29,09 persen saham di SILO.
Baca Juga: LPKR Ungkap Strategi Unggul Olah Air Limbah Berkelanjutan
Segmen Gaya Hidup Terus Bertumbuh
Segmen gaya hidup LPKR, yang mencakup bisnis mal dan hotel, juga mencatat pertumbuhan yang positif:
- Pendapatan: Rp1,4 triliun
- Laba kotor: Rp967 miliar, naik 13% YoY
- EBITDA: Rp387 miliar, melonjak 34% YoY
- Tarif rata-rata kamar hotel: Rp624 ribu, naik 7% YoY
- Tingkat hunian hotel: Stabil di 69%
- Jumlah pengunjung mal rata-rata: 10,5 juta, naik 5% YoY
“Fokus kami pada perbaikan operasional, disiplin keuangan, dan penciptaan nilai bagi pelanggan berhasil menghasilkan kinerja solid di seluruh lini bisnis properti, perawatan kesehatan, dan gaya hidup. Kami tetap berkomitmen pada pertumbuhan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan,” ujar John Riady, Group CEO Lippo Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












