JAKARTA, Bursa Nusantara Official – Tren perjalanan wisata di Asia tahun 2025 diwarnai dengan prioritas pada relaksasi, wisata keluarga, dan eksplorasi destinasi baru. Hal ini terungkap dari survei Tren Wisata 2025 yang dirilis oleh platform perjalanan digital, Agoda. Survei ini menunjukkan pola perjalanan wisatawan yang terus berkembang, dengan Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin tren tersebut.
Relaksasi dan Kualitas Waktu Bersama Keluarga
Menurut survei, relaksasi menjadi alasan utama para wisatawan bepergian, diikuti oleh keinginan untuk menikmati waktu bersama keluarga. Sebanyak 75% wisatawan memilih relaksasi sebagai motivasi utama perjalanan mereka. Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan wisatawan Singapura yang mencapai 87%.
Indonesia juga mencatat angka signifikan, dengan 61% wisatawan memprioritaskan relaksasi dalam perjalanan mereka. Wisata lintas generasi menjadi salah satu tren yang paling menonjol, di mana 58% wisatawan Indonesia merencanakan perjalanan bersama keluarga besar.
Teknologi Mengubah Cara Perjalanan
Dalam merencanakan perjalanan, teknologi memainkan peran penting. Sebanyak 80% wisatawan di Asia menggunakan aplikasi perjalanan untuk memesan tiket dan akomodasi, sementara 12% lainnya tertarik mencoba pengalaman melalui teknologi virtual reality.
Indonesia tidak kalah dalam adopsi teknologi ini, dengan 81% wisatawan mengandalkan aplikasi untuk perencanaan perjalanan. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi yang efisien dan fleksibel bagi para pelancong modern.
Destinasi Baru dan Inspirasi dari Media Sosial
Tren menjelajahi destinasi baru juga mendominasi survei. Sebanyak 84% wisatawan menyatakan keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, dengan Indonesia dan Vietnam mencatat angka tertinggi sebesar 94%.
Inspirasi perjalanan sebagian besar datang dari minat pribadi dan hobi (71%), penawaran harga terbaik (56%), dan rekomendasi teman serta keluarga (33%). Media sosial, seperti Instagram, juga menjadi sumber inspirasi bagi 29% wisatawan Indonesia, lebih tinggi dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
Taman Hiburan Jadi Pilihan Populer
Selain itu, taman hiburan muncul sebagai salah satu daya tarik utama. Satu dari delapan wisatawan (13%) di Asia merencanakan perjalanan ke taman hiburan, dengan Indonesia mencatat antusiasme tertinggi. Rollercoaster dan atraksi lainnya menjadi favorit wisatawan Indonesia, dengan 20% di antaranya menjadikan taman hiburan sebagai tujuan utama perjalanan mereka.
Pengeluaran Cerdas dan Fleksibilitas
Pertimbangan anggaran tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan wisata. Sebanyak 65% wisatawan mengalokasikan anggaran di bawah IDR 4 juta per malam untuk akomodasi. Namun, hal ini tidak membatasi mereka untuk menjelajah ke luar negeri, dengan 52% responden merencanakan perjalanan internasional.
Agoda, melalui berbagai penawaran seperti 4,5 juta akomodasi liburan dan lebih dari 130.000 rute penerbangan, memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk menyesuaikan perjalanan mereka dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.
Digital Nomad: Tren Kerja Sambil Berlibur
Survei juga mencatat fenomena baru, yakni meningkatnya jumlah digital nomad. Pekerja remote ini menggabungkan pekerjaan dan liburan, memanfaatkan fleksibilitas kerja yang semakin populer di perusahaan. Di Filipina, satu dari 14 wisatawan mengadopsi gaya hidup ini, menjadikannya tren yang patut diperhatikan pada tahun 2025.
Dengan meningkatnya minat terhadap teknologi, eksplorasi destinasi baru, dan fleksibilitas perjalanan, tren wisata tahun 2025 memberikan pandangan optimis bagi sektor pariwisata. Wisatawan Indonesia, dengan antusiasme tinggi terhadap relaksasi, wisata keluarga, dan taman hiburan, terus menjadi bagian penting dari perubahan lanskap perjalanan di Asia.












