Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Antam Percepat Proyek Tembaga Raksasa Dengan Vale di Hu’u NTB

97
×

Antam Percepat Proyek Tembaga Raksasa Dengan Vale di Hu’u NTB

Sebarkan artikel ini
Antam Percepat Proyek Tembaga Raksasa Dengan Vale di Hu’u NTB
Antam targetkan studi kelayakan proyek tembaga Hu'u rampung tahun ini, dengan potensi sumber daya 2,1 miliar ton.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), anak usaha MIND ID, memberikan pembaruan terkini soal proyek tambang tembaga strategis mereka di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Proyek ini dijalankan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd yang dimiliki oleh Vale Base Metals (80%) dan Antam (20%).

Sponsor
Iklan

Feasibility Study Jadi Fokus Pengembangan Proyek Tembaga

Dalam keterangannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho, menjelaskan bahwa saat ini belum terdapat banyak perkembangan signifikan di lapangan.

Baca Juga: Transisi Pengawasan Aset Kripto ke OJK Rampung Januari 2025

Namun, fokus utama kini diarahkan pada penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) yang dijadwalkan rampung pada 2025.

“Feasibility study sedang berlangsung dan dipimpin oleh Vale Base Metals. Kami targetkan selesai tahun ini,” ujar Arianto saat ditemui di Jakarta, Jumat (9/5). Ia menambahkan, hasil studi tersebut akan menentukan besaran nilai investasi yang diperlukan untuk tahapan pengembangan berikutnya.

Sumber Daya Tambang Besar dan Potensial

Proyek Hu’u disebut menyimpan potensi besar dengan total sumber daya mencapai 2,1 miliar ton. Setiap ton mengandung rata-rata 0,86% tembaga (Cu) dan 0,48 gram emas (Au).

Baca Juga: Harga Tembaga Berpotensi Naik, JP Morgan Prediksi Tembus US$ 11.000 per Ton

Endapan mineral ini berada 500 hingga 600 meter di bawah permukaan tanah dan terintegrasi dalam sistem geothermal bersuhu tinggi sekitar 110°C.

Selain tambang mineral, wilayah Kontrak Karya (KK) proyek ini juga memiliki potensi panas bumi yang telah dikaji melalui Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi. Luas wilayah KK sendiri mencapai 19.260 hektare.

Melalui pendekatan teknis yang hati-hati dan berbasis studi mendalam, proyek Hu’u kian menunjukkan perannya sebagai aset strategis nasional yang patut diperhitungkan dalam roadmap hilirisasi tambang Indonesia ke depan.

Baca Juga: Masa Depan Cerah Industri Tembaga dan Emas Indonesia

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru