Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

SIDO Bagi Dividen 100% Meski Laba Turun Tajam

164
×

SIDO Bagi Dividen 100% Meski Laba Turun Tajam

Sebarkan artikel ini
SIDO Bagi Dividen 100% Meski Laba Turun Tajam
SIDO tetap bagi dividen 100% dari laba 2024 meski laba kuartal I 2025 turun 40%. Analis nilai valuasi dan potensi pemangkasan dividen.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul Tbk (SIDO) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham dengan membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2024 sebagai dividen tunai.

Keputusan ini diambil meski perusahaan mencatatkan penurunan laba hingga 40,4% pada kuartal I tahun 2025.

Sponsor
Iklan

Dividen Penuh di Tengah Tekanan Laba

Langkah pembagian dividen 100% menjadi sinyal kuat bahwa manajemen tetap menjaga kepercayaan investor, meskipun kinerja keuangan sedang tidak maksimal.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai bahwa saham SIDO tetap menarik karena karakteristik sektor yang defensif.

Baca Juga: SIDO Bagikan Dividen Rp 630 M, Cek Jadwal Lengkapnya

Menurutnya, SIDO selama ini dikenal sebagai emiten dengan konsistensi dividen yang baik, sebuah faktor yang memberikan daya tarik tersendiri di tengah gejolak ekonomi.

Valuasi Dinilai Tidak Murah, Investor Perlu Waspada

Namun, Indy menyoroti bahwa valuasi saham SIDO saat ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan emiten sejenis di sektor farmasi dan kesehatan.

Dengan rasio price to earnings (PER) sekitar 14 kali, harga saham SIDO dinilai belum cukup mencerminkan risiko penurunan kinerja.

Baca Juga: Kinerja SIDO Melonjak 23% di 2024, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit di 2025

“Secara pertumbuhan, SIDO terlihat stagnan dalam beberapa kuartal terakhir, dan PER-nya tidak bisa dibilang murah,” ujar Indy kepada Kontan (5/5).

Potensi Pemangkasan Dividen Tahun Depan

Ia juga menyebut adanya kemungkinan pemangkasan dividen di tahun buku mendatang. Menurunnya laba dan tekanan terhadap arus kas dinilai bisa menjadi alasan manajemen meninjau ulang kebijakan distribusi dividen.

“Betul, jika kinerja terus melemah, ada kemungkinan dividen akan dikurangi di tahun depan,” jelasnya.

Stabilitas SIDO Masih Jadi Pertimbangan

Meskipun demikian, SIDO tetap mampu menjaga margin di tengah tekanan profitabilitas. Hal ini menjadi bukti bahwa manajemen masih bisa mengelola beban dengan efisien di sektor kesehatan yang kini menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi dan minimnya dukungan regulasi.

Baca Juga: Bos SIDO Borong Saham di Harga Rp575, Strategi Investasi Baru?

Indy menyarankan investor untuk menyesuaikan profil risiko. “Kalau cari stabilitas dan dividen, bisa di-hold. Tapi kalau mengincar yield tinggi dan pertumbuhan agresif, harus lebih selektif,” tandasnya.

Dalam ketidakpastian sektor kesehatan, keputusan investor akan diuji oleh seberapa jauh mereka siap menakar antara potensi dividen dan realita kinerja yang melambat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.