Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham PTBA Bergerak Konsolidatif, Sinyal Akumulasi Menguat

135
×

Saham PTBA Bergerak Konsolidatif, Sinyal Akumulasi Menguat

Sebarkan artikel ini
Saham PTBA Bergerak Konsolidatif, Sinyal Akumulasi
Saham PTBA bergerak stabil di tengah volume menurun. Investor institusi masih melakukan akumulasi di rentang harga strategis Rp2.830–2.860.

PTBA Bertahan di Atas MA21, Akumulasi Besar Terpantau di Atas Moving Average

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menunjukkan ketahanan signifikan dalam tren teknikal jangka menengah.

Penutupan perdagangan Jumat (23/5/2025) di level Rp 2.840 atau naik 0,71% memperlihatkan kekuatan beli yang masih solid, khususnya dari pelaku pasar institusi besar.

Sponsor
Iklan

Akumulasi masif yang terpantau sepanjang pekan menjadi sinyal penting bagi arah pergerakan berikutnya, ditopang oleh posisi harga yang bertahan di atas rata-rata pergerakan 21 hari (MA21).

Menurut Mohamad Ali, Pengamat Pasar Modal dan Analis Senior BursaNusantara.com, kekuatan teknikal saham PTBA bukan sekadar pantulan teknikal biasa, melainkan mencerminkan ekspektasi jangka menengah dari investor profesional.

Akumulasi dan Volume Perdagangan Menopang Momentum Kenaikan

Dari pantauan grafik harian, PTBA berhasil mempertahankan posisinya di atas dua level support dinamis, yakni MA14 dan MA21.

“Posisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual relatif terbatas dan pelaku pasar cenderung melakukan re-entry saat harga menyentuh area support,” ujar Ali.

Ali menjelaskan, akumulasi bersih tercatat sebesar 50.123 lot dengan nilai bersih transaksi Rp 14,2 miliar.

“Ini merupakan angka yang sangat besar untuk saham blue chip batubara, dan menjadi indikasi kuat bahwa investor institusi sedang menumpuk posisi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa broker-broker besar seperti KI, DH, dan EP mendominasi aktivitas beli bersih.

“Khusus broker KI, tercatat melakukan pembelian bersih sebanyak 7.628 lot dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,7 miliar, yang memperkuat dugaan adanya akumulasi terstruktur,” jelas Ali.

Volume perdagangan mencatat puncaknya pada 21 Mei 2025 dengan 23,58 juta lembar saham berpindah tangan.

Meski pada Jumat volume menurun menjadi 14,93 juta, menurut Ali, angka tersebut masih berada di atas rata-rata mingguan dan mencerminkan konsolidasi sehat.

Sinyal Teknikal Masih Positif, Strategi Taktis Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, indikator MACD masih berada di zona positif dengan histogram yang belum menunjukkan pelemahan.

RSI saat ini berada di atas level 60, mendekati zona overbought namun belum mencapai titik jenuh beli.

Analis Senior Mohamad Ali menyampaikan bahwa dengan indikator seperti ini, masih ada ruang penguatan jangka pendek.

“Resistance kuat berada di kisaran Rp 2.880 hingga Rp 2.900, sementara support utama terletak di Rp 2.780 yang telah diuji lebih dari tiga kali dan bertahan,” katanya.

Strategi perdagangan teknikal yang disarankan Ali sebagai berikut:

  • Buy on break jika harga mampu menembus Rp 2.880 disertai volume yang meningkat.
  • Hold untuk investor yang sudah masuk di kisaran Rp 2.700–2.800 karena potensi kenaikan masih terbuka.
  • Sell jika harga breakdown ke bawah Rp 2.750 dengan tekanan volume, sebagai sinyal distribusi jangka pendek.

Fundamental Kuat dan Dividen Besar Jadi Daya Tarik Investor

Secara fundamental, PTBA masih menjadi salah satu emiten favorit bagi investor yang berbasis pada strategi dividend investing.

Stabilitas harga batubara acuan global dan komitmen perusahaan dalam menjaga yield dividen tinggi menjadikan saham ini terus menarik dikoleksi.

Menurut Ali, konsistensi dalam pembagian dividen, ditambah dengan kepastian arah bisnis pasca transisi energi nasional, membuat PTBA memiliki daya tahan terhadap volatilitas jangka pendek.

“Bukan hanya teknikal yang menarik, tapi PTBA juga punya kekuatan fundamental yang sangat solid,” ujarnya.

Ali juga menambahkan bahwa mendekati rilis laporan keuangan semester I dan potensi aksi korporasi, arus akumulasi seperti ini biasanya menjadi pertanda akan adanya katalis baru.

“Investor perlu mewaspadai level psikologis Rp 2.900 karena penembusan level tersebut dapat membuka ruang kenaikan menuju target teknikal Rp 3.020 hingga Rp 3.050,” katanya.

Mohamad Ali, yang dikenal sebagai analis teknikal dan pengamat pasar modal senior di BursaNusantara.com, menutup analisanya dengan penekanan pentingnya memantau aliran dana asing.

“Jika arus asing kembali aktif di saham ini, maka potensi breakout akan semakin kuat dan berpeluang membawa PTBA ke tren kenaikan yang lebih panjang,” pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.