Geser Kebawah
BisnisInfrastruktur

Jusuf Hamka Lepas 196 Juta Saham MIRA, Ada Apa?

246
×

Jusuf Hamka Lepas 196 Juta Saham MIRA, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Jusuf Hamka Lepas 196 Juta Saham MIRA, Ada Apa
Jusuf Hamka kurangi 4,95% kepemilikan saham di Mitra International Resources (MIRA). Transaksi misterius tanpa rincian nilai, dilakukan pada 26 Juni 2025.

Jusuf Hamka Melego Saham MIRA Tanpa Rincian Transaksi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pengusaha jalan tol Mohamad Jusuf Hamka kembali membuat manuver mengejutkan di pasar saham dengan mengurangi kepemilikannya di PT Mitra International Resources Tbk (MIRA).

Langkah tersebut dilakukan melalui divestasi 196 juta saham MIRA pada 26 Juni 2025.

Sponsor
Iklan

Proses pelepasan saham dilakukan melalui jasa PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Namun, tak seperti kebanyakan aksi divestasi pemegang saham besar lainnya, transaksi ini dilakukan tanpa menyertakan detail lengkap.

Tidak ada keterangan harga jual, nilai transaksi, atau motif strategis di balik penjualan ini.

Meski begitu, berdasar data perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, saham MIRA pada 26 Juni ditutup di angka sekitar Rp12 per saham.

Jika patokan harga tersebut digunakan, maka nilai transaksi ditaksir berada di kisaran Rp2,35 miliar.

Setelah transaksi, Jusuf Hamka masih menggenggam 568,12 juta saham MIRA atau 14,34% dari total saham beredar.

Sebelum transaksi, ia menguasai 764,12 juta lembar atau setara dengan 19,29% dari total saham.

Artinya, terjadi pengurangan sekitar 4,95% kepemilikan saham oleh tokoh yang dikenal luas dengan sapaan Babah Alun tersebut.

Pengurangan ini terjadi satu bulan setelah RUPS Tahunan MIRA yang memutuskan untuk tidak membagikan dividen.

Pengurangan Saham Tanpa Penjelasan: Sinyal Strategis atau Exit Diam-Diam?

Aksi Jusuf Hamka mencuatkan pertanyaan tentang arah strategi investasi tokoh besar di balik Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) tersebut.

Tidak seperti aksi korporasi terbuka yang biasanya disertai penjelasan resmi, transaksi ini berlangsung tanpa komentar publik.

Minimnya transparansi membuat analis pasar bertanya-tanya: apakah ini sinyal strategis atau hanya pelepasan biasa?

Beberapa spekulasi bermunculan di kalangan investor retail.

Ada yang menilai langkah ini sebagai penyesuaian portofolio setelah puasa dividen diputuskan dalam RUPS.

Namun ada juga yang membaca ini sebagai potensi perubahan arah bisnis atau sinyal risiko di balik prospek MIRA.

Profindo Jadi Jembatan, Tapi Tak Ada Keterangan Tambahan

Peran PT Profindo Sekuritas Indonesia sebagai broker tunggal dalam transaksi ini juga menarik perhatian.

Sebagai perantara berlisensi, seharusnya mereka memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan keterbukaan informasi, terutama bila transaksi melibatkan pemegang saham besar.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Profindo mengenai detail teknis transaksi ini.

Minimnya informasi kian menambah kabut di sekitar motif dan arah strategi sang pemegang saham.

Sisa Kepemilikan Masih Signifikan, Tapi Tren Harus Diamati

Dengan sisa kepemilikan 14,34%, Jusuf Hamka masih tergolong pemegang saham signifikan di MIRA.

Namun tren penurunan porsi kepemilikan harus menjadi perhatian para pelaku pasar.

Jika pengurangan terus terjadi tanpa kejelasan tujuan, bisa jadi ini sinyal berkurangnya keyakinan terhadap kinerja atau arah bisnis perseroan.

Terlebih lagi, dengan latar belakang sebagai pengusaha yang cukup strategis, tiap gerakan Jusuf Hamka di pasar modal cenderung memiliki konsekuensi jangka panjang.

MIRA Tanpa Dividen: Momentum Tepat untuk Exit?

Keputusan RUPS Tahunan MIRA pada 28 Mei 2025 yang tidak membagikan dividen turut menjadi latar waktu yang menarik dari aksi divestasi ini.

Bagi investor institusional seperti Jusuf Hamka, dividen sering menjadi daya tarik utama dalam berinvestasi di saham-saham stagnan atau minim sentimen pertumbuhan.

Ketika imbal hasil berupa dividen ditiadakan, insentif menahan saham tentu ikut berkurang.

Momentum ini bisa menjadi alasan logis bagi pemegang saham besar untuk menyeimbangkan portofolio.

Namun, tetap saja, tanpa konfirmasi resmi, semua ini masih berada dalam ruang interpretasi pasar.

Minim Sentimen, Saham MIRA Bergerak Lesu

Pasca transaksi tersebut, saham MIRA tidak menunjukkan lonjakan ataupun penurunan yang berarti.

Minimnya sentimen dan ketiadaan informasi strategis dari manajemen membuat pergerakan saham tetap datar.

Investor ritel cenderung wait and see, sembari menantikan informasi lanjutan apakah ini bagian dari strategi yang lebih besar.

MIRA sendiri dikenal sebagai emiten yang kurang likuid dengan pergerakan harga yang stagnan dalam beberapa bulan terakhir.

Transaksi Misterius Ini Bisa Menjadi Pemicu Tren Baru

Tanpa disadari, pelepasan sebagian saham oleh tokoh besar seperti Jusuf Hamka dapat menjadi pemicu tren baru di kalangan pemegang saham lainnya.

Jika investor besar mulai melakukan divestasi diam-diam tanpa penjelasan, bisa timbul kekhawatiran tentang masa depan perseroan.

Investor yang mengamati pergerakan pemegang saham utama perlu bersiap terhadap kemungkinan lanjutan—apakah akan ada aksi korporasi berikutnya, atau justru pelepasan lanjutan dari porsi saham yang tersisa.

Pasar membenci ketidakpastian, dan saat ini MIRA justru tengah bermain dalam bayang-bayang tersebut.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.