Geser Kebawah
Headline

Analisis IHSG Hari Ini: Melemah 1,62% ke Level 7.585

80
×

Analisis IHSG Hari Ini: Melemah 1,62% ke Level 7.585

Sebarkan artikel ini

Tekanan Global dan Domestik Seret Indeks ke Zona Merah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan Analisis IHSG Hari Ini menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 125 poin atau 1,62 persen ke level 7.585,69 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (6/3/2026).

Sentimen pasar modal domestik pada penutupan minggu ini terpantau masih dibayangi oleh tingginya ketidakpastian kondisi global maupun internal.

Laju transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp17,7 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 340 juta lot.

Meskipun nilai transaksi mengalami sedikit kenaikan, frekuensi perdagangan justru terpantau turun menjadi 1,94 juta kali.

Dampak Ketidakpastian Global pada Analisis IHSG Hari Ini

Koreksi tajam yang dialami indeks utama turut merembet pada pelemahan berbagai indeks sektoral dan indeks acuan lainnya.

Berdasarkan laporan bursa, indeks LQ45 terkontraksi 1,49 persen, sedangkan indeks IDX30 anjlok lebih dalam hingga 2,13 persen.

Kondisi serupa terjadi pada indeks syariah JII dan ISSI yang masing-masing melemah sebesar 1,42 persen dan 2,08 persen.

Data perdagangan menunjukkan seluruh sektor berakhir di zona merah dengan sektor industri memimpin penurunan sebesar 3,37 persen.

Sektor cyclical menyusul di posisi kedua dengan koreksi 3,34 persen, diikuti oleh sektor industri dasar yang melemah 2,23 persen.

Penurunan merata di seluruh sektor ini mempertegas tekanan jual yang cukup masif di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Tekanan Jual Masif pada Emiten Afiliasi Bakrie Group

Laju Analisis IHSG Hari Ini semakin tertekan oleh aksi jual yang menimpa saham-saham terafiliasi dengan Bakrie Group milik Nirwan Bakrie.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan penurunan tajam sebesar 13 persen ke posisi Rp1.825 per lembar saham.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyusul dengan pelemahan 8,8 persen ke level Rp155, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 4,2 persen ke Rp230.

Kondisi tersebut juga menyeret anak usaha BUMI, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang anjlok 6,4 persen ke harga Rp800.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut kehilangan nilainya sebesar 6,4 persen dan berakhir pada level Rp438 di penutupan sore ini.

Selain grup Bakrie, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) masuk dalam jajaran top losers dengan koreksi masing-masing 15 persen.

Meski demikian, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil menguat 6,8 persen dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 5,8 persen.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan