Geser Kebawah
Internasional

Sikap Tegas Iran dalam Konflik AS-Iran 2026

80
×

Sikap Tegas Iran dalam Konflik AS-Iran 2026

Sebarkan artikel ini

Penolakan Diplomasi dan Kesiapan Militer Teheran

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menegaskan tidak akan meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat dan Israel di tengah Konflik AS-Iran 2026.

Teheran juga menyatakan secara terbuka bahwa tidak ada rencana untuk melakukan negosiasi ulang dengan pihak Washington dalam waktu dekat.

Pernyataan keras ini disampaikan oleh Araghchi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Amerika Serikat, NBC News, yang ditayangkan pada Kamis waktu setempat.

Dilansir dari laporan Xinhua pada Jumat (6/3/2026), otoritas Iran tidak melihat adanya alasan logis untuk kembali membuka jalur diplomasi dengan pihak Gedung Putih.

Sikap ini menandai kebuntuan komunikasi tingkat tinggi di tengah ketegangan militer yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Kegagalan Diplomasi dan Ketidakpercayaan Terhadap Washington

Berdasarkan laporan tersebut, Araghchi mengungkapkan alasan di balik keengganan negaranya untuk melakukan pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran mencatat telah melakukan upaya negosiasi sebanyak dua kali dengan pihak Washington pada periode sebelumnya.

Menurut pemaparan Araghchi, pihak Amerika Serikat justru meluncurkan serangan terhadap kepentingan Iran tepat di tengah berlangsungnya proses perundingan.

Pengalaman sejarah ini menjadi basis utama bagi Teheran untuk meragukan itikad baik diplomasi yang ditawarkan oleh pihak lawan.

Ketidakpastian jaminan keamanan selama masa negosiasi membuat Iran memilih untuk tetap berada pada posisi konfrontatif.

Ancaman Bencana dan Kesiapan Menghadapi Invasi Darat

Menanggapi wacana mengenai kemungkinan invasi darat oleh pasukan militer Amerika Serikat, Iran menyatakan kesiapan pertahanan nasionalnya.

Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak gentar dan justru menunggu pergerakan pasukan musuh untuk membuktikan kekuatan militer Teheran.

Otoritas luar negeri Iran meyakini bahwa kemampuan pertahanan mereka mampu menghadapi ancaman serangan langsung di wilayah kedaulatan mereka.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan peringatan keras bahwa serangan darat akan menjadi bencana besar bagi pihak penyerang.

Teheran memproyeksikan kerugian besar bagi Amerika Serikat jika keputusan untuk melakukan penetrasi darat benar-benar dieksekusi.

Evaluasi terhadap kekuatan militer di perbatasan terus dilakukan guna memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai skenario serangan.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Tinggalkan Balasan