Geser Kebawah
BisnisE-Commerce

Kinerja GOTO 2025: Rugi Susut Drastis, Lending Meledak?

133
×

Kinerja GOTO 2025: Rugi Susut Drastis, Lending Meledak?

Sebarkan artikel ini
Kinerja GOTO 2025 Rugi Susut Drastis, Lending Meledak
Kinerja GOTO 2025 ungkap realitas baru: rugi bersih dipangkas Rp4 triliun saat lini pinjaman tumbuh 95%. Waspadai akumulasi ruginya. Baca selengkapnya di sini!

GOTO Pangkas Rugi Rp4 Triliun di Tengah Lonjakan Pendapatan Pinjaman

JAKARTA, BursaNusantara.com – Realitas fundamental PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kini berada di persimpangan jalan krusial setelah berhasil memangkas beban kerugian triliunan rupiah dalam setahun terakhir.

Emiten teknologi terbesar di Indonesia ini secara resmi melaporkan perbaikan kinerja yang cukup signifikan sepanjang tahun buku dua ribu dua puluh lima.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan pada Rabu, sebelas Maret dua ribu dua puluh enam, rugi bersih perseroan tercatat sebesar satu koma dua triliun rupiah.

Angka ini menunjukkan penyusutan drastis dibandingkan periode dua ribu dua puluh empat yang membukukan kerugian hingga lima koma dua triliun rupiah.

Pendapatan bersih perusahaan melejit lima belas persen menjadi delapan belas koma tiga triliun rupiah seiring efisiensi yang terus diperketat di berbagai lini.

Bisnis Pinjaman Tumbuh 95 Persen: Mesin Uang Baru?

Segmen pinjaman menjadi sorotan utama dalam Kinerja GOTO 2025 setelah mencatatkan lonjakan pendapatan hingga sembilan puluh lima persen.

Lini bisnis finansial di bawah bendera Gopay ini meraup pendapatan sebesar tiga koma delapan triliun rupiah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya satu koma sembilan triliun rupiah.

Meskipun pendapatan melesat, unit bisnis fintech secara operasional masih mencatatkan kerugian sebesar tiga ratus sembilan puluh tujuh miliar rupiah.

Beban usaha perseroan secara keseluruhan naik tipis tiga persen menjadi delapan belas koma tujuh triliun rupiah akibat peningkatan beban pokok pendapatan.

Menurut laporan tersebut, kenaikan ini didorong oleh beban pokok yang merangkak naik empat koma lima persen menjadi tujuh koma tujuh puluh lima triliun rupiah.

Biaya layanan pengiriman dan gaji karyawan tetap menjadi pos pengeluaran terbesar yang menyerap tujuh puluh tiga persen dari total beban usaha perusahaan.

Daya Tahan Kas Rp21,7 Triliun vs Akumulasi Rugi Rp215 Triliun

Unit bisnis on-demand services melalui Gojek kini telah menjelma menjadi penopang keuntungan dengan laba operasional delapan ratus delapan puluh delapan koma enam miliar rupiah.

Lini e-commerce Tokopedia turut menyumbangkan laba operasional sebesar lima ratus tujuh puluh dua miliar rupiah sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima.

Performa positif di kedua segmen tersebut berhasil menekan kerugian operasional grup hingga delapan puluh tiga persen menjadi tiga ratus tujuh puluh delapan miliar rupiah.

Merujuk pada neraca keuangan, posisi kas dan setara kas perusahaan masih tergolong solid di level dua puluh satu koma tujuh puluh enam triliun rupiah.

Cadangan kas yang ditempatkan pada deposito dan tabungan tersebut bahkan menghasilkan pendapatan keuangan senilai lima ratus tujuh puluh tiga miliar rupiah.

Namun, tantangan jangka panjang tetap terlihat pada akumulasi kerugian yang kini telah menembus angka dua ratus lima belas triliun rupiah.

Total aset perseroan per akhir Desember dua ribu dua puluh lima tercatat naik enam persen menjadi empat puluh lima koma tujuh triliun rupiah dengan posisi ekuitas dua puluh delapan koma tujuh triliun rupiah.

Strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan likuiditas tetap menjadi poin kritis dalam menjaga Kinerja GOTO 2025 di tengah dinamika ekonomi digital.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan