Geser Kebawah
BisnisEnergi

Saham ENRG: Temuan Minyak Riau Ubah Proyeksi Produksi?

97
×

Saham ENRG: Temuan Minyak Riau Ubah Proyeksi Produksi?

Sebarkan artikel ini
Saham ENRG Temuan Minyak Riau Ubah Proyeksi Produksi
Waspadai pergerakan Saham ENRG pasca temuan 15,6 juta barel minyak di Blok South CPP Riau. Simak detail target produksi dan aktivasi sumur gas di sini!

Ekspansi Eksplorasi di Sumatera Picu Lonjakan Cadangan Baru

JAKARTA, BursaNusantara.com– Investor perlu mencermati anomali fundamental PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) setelah emiten migas ini melaporkan keberhasilan sumur eksplorasi Cenako-1 Twin dalam mengunci potensi cadangan minyak jutaan barel.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/3/2026), anak usaha perseroan yakni PT EMP Tunas Energi menemukan struktur minyak baru di blok South CPP, Riau.

Pengeboran sumur tersebut mencapai kedalaman 2.475 kaki atau sekitar 754 meter dengan hasil analisis subsurface yang cukup signifikan per 17 Maret 2026.

Struktur Cenako diperkirakan memiliki kandungan minyak di tempat (original oil in place) sebesar kurang lebih 15,6 juta barel.

Manajemen ENRG kini bersiap melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk mengonversi temuan masif tersebut menjadi cadangan yang siap dikembangkan secara komersial.

Langkah ini diprediksi akan memperkuat posisi likuiditas aset perseroan di tengah volatilitas harga energi global yang masih berlangsung.

Apakah Target 3 Sumur Tambahan Mampu Mengangkat Kinerja ENRG?

Perseroan telah menyusun rencana strategis untuk melakukan akuisisi data seismik guna memetakan potensi bawah tanah secara lebih akurat.

Selain itu, ENRG menjadwalkan pengeboran di 3 sumur tambahan dengan proyeksi total potensi produksi sebesar 500 barel minyak per hari.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen manajemen untuk mengoptimalkan blok South CPP sebagai kontributor utama cash flow perusahaan dalam jangka menengah.

Sinergi antara kegiatan seismik dan pengeboran baru ini diharapkan mampu memvalidasi temuan awal 15,6 juta barel tersebut menjadi aset produktif.

Pelaku pasar saat ini memantau seberapa cepat proses konversi temuan ini dapat memberikan dampak nyata pada laporan laba rugi konsolidasian.

Efisiensi operasional di lapangan Riau akan menjadi kunci utama dalam menentukan margin keuntungan dari setiap barel minyak yang dihasilkan.

Aktivasi Sumur Bentu-2: Menakar Lonjakan Produksi Gas Nasional

Di sisi lain, anak usaha perseroan lainnya yakni EMP Bentu Limited melaporkan keberhasilan dalam mengaktifkan kembali sumur gas Bentu-2.

Sumur tersebut sebelumnya berada dalam status tidak berproduksi atau idle sebelum akhirnya dipacu kembali melalui serangkaian optimasi teknis.

Proses aktivasi melibatkan pembangunan pipa produksi yang telah rampung pada Desember 2025 serta pekerjaan perawatan sumur (workover) hingga pertengahan Maret 2026.

Berdasarkan hasil uji aliran resmi, sumur Bentu-2 kini mampu memproduksi gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Secara keseluruhan, total produksi dari lapangan Bentu diperkirakan dapat menyentuh angka 15 juta kaki kubik per hari pasca pengaktifan sumur tersebut.

Kombinasi antara temuan minyak baru di South CPP dan peningkatan output gas di Bentu memperkuat diversifikasi portofolio energi ENRG di pasar domestik.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan