Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Minyak Dunia 2026: Selat Hormuz Terancam Tutup Total

54
×

Harga Minyak Dunia 2026: Selat Hormuz Terancam Tutup Total

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia 2026 Selat Hormuz Terancam Tutup Total
Harga Minyak Dunia 2026 melesat 5,5% akibat risiko penutupan Selat Hormuz. WTI dekati USD100 per barel. Simak analisis pasokan dan dampak inflasinya di sini!

Premi Risiko Membengkak di Tengah Ketidakpastian Konflik Geopolitik

JAKARTA, BursaNusantara.com– Pelaku pasar global kini berada dalam posisi siaga tinggi setelah ancaman pemutusan jalur distribusi energi paling vital di dunia memicu kepanikan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dunia sedang menghadapi risiko kehilangan hingga 13 persen pasokan minyak mentah secara mendadak, sebuah skenario yang dapat melumpuhkan pemulihan ekonomi jika jalur perdagangan fisik tidak segera diamankan.

Berdasarkan laporan penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,5 persen ke level USD99,64 per barel.

Minyak Brent juga menunjukkan penguatan signifikan sebesar 4,2 persen menjadi USD112,57 per barel, mencatat kenaikan mingguan tipis di tengah volatilitas tinggi.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap risiko berlanjutnya penutupan Selat Hormuz serta keraguan atas tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Mengapa Gangguan di Selat Hormuz Sangat Berbahaya bagi Pasar?

Kepala perusahaan investasi Polar Capital, Dan Boston, mengungkapkan bahwa semakin lama Selat Hormuz ditutup, maka gangguan pasokan dan ketidakpastian harga akan semakin besar.

Arlan Suderman, Senior Analis StoneX, menambahkan bahwa ketegangan perang terus membayangi pelaku pasar menjelang akhir pekan, meskipun ada upaya negosiasi dari Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan memperpanjang tenggat serangan terhadap sektor energi Iran untuk memberi ruang diplomasi, namun pasar tetap menambah premi risiko.

Berdasarkan catatan Suderman, infrastruktur energi membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki, sehingga pasokan diperkirakan tetap ketat selama beberapa pekan hingga bulan meski perang berakhir.

Kondisi ini mulai merembet ke kenaikan biaya makanan dan transportasi, yang pada gilirannya mendorong ekspektasi inflasi global dan menekan daya beli konsumen secara luas.

Apakah Level Psikologis USD100 Akan Segera Tertembus?

Secara teknikal, analis FX Empire Vladimir Zernov menyebutkan bahwa minyak WTI berhasil bertahan di atas area resistance USD97,00-USD97,50 dan berpotensi menguji level psikologis USD100,00.

Jika momentum ini berlanjut menembus level tersebut, Harga Minyak Dunia 2026 untuk jenis WTI berpeluang menuju area resistance berikutnya di kisaran USD102,00-USD102,50.

Sementara itu, Brent berpotensi melanjutkan penguatan menuju area USD118,50-USD119,00 yang merupakan level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir bagi pasar energi global.

Meskipun indikator RSI menunjukkan sinyal jenuh beli (overbought), momentum kenaikan jangka pendek dinilai masih terbuka lebar akibat sentimen fundamental yang kuat.

Zernov memperingatkan bahwa faktor teknikal sering kali menjadi tidak dominan ketika arus pasokan fisik minyak benar-benar terganggu akibat eskalasi konflik geopolitik yang nyata.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan