Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Tertekan, Cek Peluang Emas

20
×

Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Tertekan, Cek Peluang Emas

Sebarkan artikel ini
Rekomendasi Saham Hari Ini IHSG Tertekan, Cek Peluang Emas
IHSG masih dibayangi tekanan jual ke 7.072. Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari MNC Sekuritas untuk EMAS, BRIS, hingga TLKM. Atur strategi antre beli Anda!

Titik Kritis Indeks dan Tarik-Menarik Psikologi Pasar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kepanikan pelaku pasar yang memicu rentetan tekanan jual secara beruntun ternyata menyimpan peluang akumulasi teknikal bagi investor yang tidak reaktif.

Berdasarkan riset terbaru MNC Sekuritas pada Selasa (27/4/2026), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih mengalami fase koreksi.

Koreksi pada penutupan perdagangan kemarin tercatat mencapai 0,48 persen.

Pelemahan tersebut menyeret indeks acuan jatuh ke level 7.072.

Meski demikian, tekanan jual yang mendominasi pasar ini mulai disertai dengan volume yang mengecil.

Analis memperkirakan penurunan IHSG saat ini akan cenderung terbatas dengan menguji level 6.983.

Titik uji pelemahan lanjutan diproyeksikan tertahan di angka 7.009.

Pasar justru memiliki peluang untuk berbalik menguat dalam jangka pendek menuju level 7.109.

Batas penguatan maksimal diperkirakan dapat menyentuh posisi 7.270.

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diyakini sedang berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam.

Skenario alternatif menunjukkan indeks berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave B pada label merah.

Investor perlu mewaspadai level support pertama di titik 7.022.

Batas pertahanan kedua (support) harus dijaga ketat pada angka 6.917.

Sementara target resistance terdekat saat ini mengadang di posisi 7.313.

Area resistance lanjutan yang harus ditembus berada di level 7.484.

Mengapa BRIS dan TLKM Layak Buy on Weakness Saat Merah?

Aksi jual massal di bursa sering kali menekan harga emiten-emiten berkapitalisasi besar hingga menembus ke bawah nilai wajar teknikalnya.

Saham BRIS tercatat mengalami pelemahan sebesar 2,17 persen.

Koreksi tersebut membawa harga saham ini terperosok ke level Rp1.800.

Pergerakan BRIS yang masih didominasi tekanan jual menempatkannya pada bagian dari wave [iii] dari wave 5.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness dengan titik masuk awal di Rp1.670.

Batas atas rentang pembelian saham BRIS disarankan pada harga Rp1.765.

Target harga pantulan pertama dipatok pada level Rp1.830.

Target pengambilan untung selanjutnya berada di posisi Rp1.925.

Pembatasan risiko (stoploss) wajib dieksekusi secara disiplin jika harga anjlok di bawah Rp1.615.

Di sisi lain, saham TLKM terpantau terkoreksi tipis 0,35 persen.

Pelemahan ini menempatkan harga emiten tersebut di posisi Rp2.820.

Menariknya, koreksi TLKM mulai disertai dengan kemunculan volume pembelian.

Posisi TLKM saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

Strategi buy on weakness dapat dimulai pada angka Rp2.640.

Titik pembelian maksimal untuk TLKM berada di level Rp2.750.

Target harga pertama untuk aksi ambil untung ditetapkan di Rp2.960.

Target penguatan lanjutan menanti di titik Rp3.160.

Investor wajib memasang stoploss ketat di bawah harga Rp2.610.

Rotasi EMAS dan INET: Rekomendasi Saham Hari Ini untuk Hedging

Saat volatilitas pasar memuncak, pemodal cerdas kerap melakukan rotasi ke emiten yang sedang membentuk pola akumulasi di dasar harga.

Saham EMAS tercatat mengalami koreksi sebesar 2,06 persen.

Penurunan akibat tekanan jual ini menyeret harga menuju level Rp9.500.

Posisi EMAS saat ini dikonfirmasi sedang berada pada bagian dari wave 2 dari wave (5).

Area buy on weakness paling ideal berada di batas bawah Rp8.675.

Rentang pembelian dapat ditarik hingga menyentuh batas atas Rp9.475.

Target harga konservatif dibidik pada posisi Rp10.325.

Target penguatan lanjutan menguji level Rp10.775.

Risiko kerugian harus dibatasi dengan memotong posisi di bawah Rp8.375.

Sebaliknya, saham INET justru berhasil mencetak penguatan sebesar 0,65 persen.

Kenaikan anomali ini menempatkan harga di level Rp312.

Meskipun menghijau, pergerakan INET secara teknikal masih didominasi oleh tekanan jual.

Skenario terbaik (best case) menempatkan posisi INET pada bagian dari wave [ii] dari wave C pada label hitam.

Titik masuk buy on weakness direkomendasikan pada harga Rp290.

Batas pembelian maksimal dibatasi pada angka Rp304.

Target harga teknikal INET berada di level Rp346.

Potensi penguatan tertinggi menyentuh batas Rp402.

Garis stoploss wajib dijaga secara disiplin di bawah angka Rp278.

Pemetaan teknikal yang diterbitkan MNC Sekuritas ini menegaskan bahwa strategi beli di harga bawah sangat krusial saat mayoritas pasar sedang terdiskon.

Kedisiplinan investor dalam mematuhi batas pembatasan kerugian akan menjadi penentu keberhasilan mengamankan modal di tengah tren koreksi.

Momentum pelemahan dengan volume yang mengecil ini seharusnya dieksekusi melalui strategi akumulasi bertahap, bukan dihindari secara reaktif.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan