Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Laba Bersih AMMN Tembus USD162 Juta: Efek Izin Ekspor?

43
×

Laba Bersih AMMN Tembus USD162 Juta: Efek Izin Ekspor?

Sebarkan artikel ini
Laba Bersih AMMN Tembus USD162 Juta Efek Izin Ekspor
Laba Bersih AMMN berbalik untung USD162,6 juta berkat izin ekspor sementara. Tenggat waktu April berakhir. Pahami risikonya sebelum akumulasi posisi!

Manuver Ekspor Sementara di Tengah Ketidakpastian Energi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor ritel kerap kali terjebak euforia sesaat tanpa membedah struktur kebijakan penopang di balik lonjakan profitabilitas emiten tambang secara mendalam.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) secara mengejutkan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD162,60 juta pada kuartal pertama tahun 2026.

Capaian solid ini menandakan keberhasilan perseroan dalam membalikkan kerugian besar yang sempat menyentuh angka USD137,63 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Direktur Utama AMMN, Arief Sidarto, mengonfirmasi bahwa pemulihan signifikan ini ditopang oleh kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis.

Apakah Margin EBITDA 63 Persen Mampu Bertahan Tanpa Relaksasi Ekspor?

Kekuatan fundamental perseroan pada awal tahun ini terlihat jelas dari indikator profitabilitas sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Nilai EBITDA perseroan melesat tinggi menyentuh angka USD508 juta.

Posisi keuangan ini berbalik arah secara dramatis dari catatan EBITDA negatif sebesar USD42 juta pada kuartal I-2025.

Peningkatan tajam tersebut sukses menghasilkan margin EBITDA yang sangat tebal bagi perusahaan di level 63 persen.

Kenaikan penjualan bersih serta dukungan harga realisasi logam yang lebih tinggi menjadi katalisator utama penguatan margin tersebut.

Faktor penentu lainnya adalah keberhasilan perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat sementara yang diterbitkan pada 31 Oktober 2025.

Izin relaksasi pemerintah ini memiliki masa berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.

Sejak awal tahun 2025, regulasi sebenarnya hanya mengizinkan perseroan menjual produk logam jadi seperti katoda tembaga dan emas murni.

Berkat adanya izin ekspor sementara, Laba Bersih AMMN ikut tertolong oleh penjualan bersih kuartal pertama yang menembus total USD808 juta.

Kontribusi pendapatan terbesar disumbang oleh penjualan katoda tembaga senilai USD391 juta.

Penjualan dalam bentuk konsentrat turut memberikan suntikan likuiditas masif sebesar USD334 juta dari volume penjualan sebanyak 30.013 metrik ton kering.

Sementara itu, produk emas murni memberikan tambahan pendapatan senilai USD82 juta.

Bagi pemodal, berakhirnya izin ekspor konsentrat pada penghujung April menjadi alarm pengingat bahwa struktur pendapatan di kuartal kedua sangat rentan terkoreksi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan