Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Dunia US$4.600: Sinyal Bahaya Inflasi Global

35
×

Harga Emas Dunia US$4.600: Sinyal Bahaya Inflasi Global

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Dunia US$4.600 Sinyal Bahaya Inflasi Global
Harga Emas Dunia bertahan di atas US$4.600. Pelemahan dolar vs ketegangan Iran ciptakan anomali. Waspadai risiko suku bunga tinggi sebelum beli aset!

Tarik Ulur Intervensi Dolar AS dan Kebuntuan Geopolitik Selat Hormuz

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketahanan logam mulia di level rekor saat ini menyimpan ancaman inflasi struktural yang siap memukul balik portofolio investor secara global.

Harga Emas Dunia masih menunjukkan daya tahannya dengan bertahan kuat di atas level US$4.600 per ons troi.

Ketahanan level psikologis tersebut terekam pada sesi perdagangan hari Jumat (1/5/2026).

Penguatan harga logam kuning ini terjadi setelah mencatatkan lonjakan hampir 2 persen pada sesi sebelumnya.

Berdasarkan pantauan terkini saat berita ini ditulis, level harga terlihat mulai stabil pada posisi US$4.522,74 per ons troi.

Mengapa Dolar Lemah Tak Mampu Selamatkan Tren Mingguan?

Berdasarkan analisis TradingView, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi penopang utama reli sesaat instrumen ini.

Pelemahan mata uang Paman Sam tersebut terjadi menyusul adanya laporan intervensi mata uang yang dilakukan oleh otoritas Jepang.

Penurunan nilai dolar AS secara otomatis membuat emas menjadi instrumen yang lebih terjangkau bagi para investor lintas negara.

Kondisi nilai tukar tersebut secara langsung memicu peningkatan permintaan logam mulia di pasar global.

Namun, prospek logam mulia dalam jangka pendek justru masih dibayangi oleh tekanan jual yang teramat masif.

Aset aman ini diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Efek Domino Selat Hormuz Terhadap Kebijakan Suku Bunga

Tekanan mingguan tersebut berakar pada memudarnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz terus memperburuk kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Lanjut Ke Halaman 2

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan