JAKARTA, BursaNusantara.com – Tim SAR Jakarta berhasil menemukan mobil milik Brigjen Purnawirawan Hendrawan Ostevan yang tenggelam di laut kawasan Pelabuhan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Proses pencarian yang berlangsung selama dua hari ini mencapai puncaknya pada Sabtu (18/1/2025) siang. Mobil ditemukan di kedalaman enam meter, berjarak sekitar lima meter dari titik awal mobil tersebut tercebur.
“Sekitar radius lima meter juga ya, hanya beda beberapa derajat dari lokasi awal yang kami duga berdasarkan CCTV. Ini berkat kerja keras tim di lapangan yang memanfaatkan alat dan metode pencarian optimal,” ungkap Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
Proses Penyelaman dan Evakuasi
Sebanyak 13 penyelam dari Tim SAR Jakarta dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar area yang telah ditandai. Setelah pencarian intensif selama satu jam, mobil minibus berwarna hitam tersebut berhasil ditemukan. Posisi mobil sebagian besar tertutup lumpur, dengan hanya satu ban yang terlihat.
“Saat diangkat, kondisinya memang memprihatinkan. Seluruh kaca mobil sudah hancur, dan mobil dalam keadaan miring. Ketika tiba di daratan, tidak ditemukan korban lain di dalam mobil,” tambah Desiana.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat crane. Mobil yang sempat menjadi misteri ini akhirnya berhasil diangkat ke dermaga untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Jenazah Brigjen Purnawirawan Hendrawan Ostevan (75) sebelumnya ditemukan mengambang di laut Marunda, tak jauh dari lokasi mobil ditemukan. Berdasarkan rekaman CCTV, almarhum terlihat mengendarai mobil di dermaga Marunda sebelum tercebur ke laut.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Dugaan sementara, ada kemungkinan mobil melaju di area yang semestinya tidak dilewati,” ujar perwakilan Ditpolair Polda Metro Jaya.
Spekulasi dan Tanggapan Publik
Insiden ini memicu berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari dugaan kelalaian hingga kemungkinan adanya faktor kesehatan yang memengaruhi almarhum saat mengemudi. Banyak pihak mendesak agar pengelola kawasan pelabuhan memperketat pengawasan dan memperbaiki infrastruktur keselamatan di dermaga.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik pengelola kawasan pelabuhan maupun masyarakat pengguna jalan,” kata seorang pengamat transportasi.
Kasus ini masih menjadi perhatian utama pihak berwenang. Proses investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta yang menjadi penyebab kecelakaan tragis ini. Penemuan mobil di dasar laut dan evakuasi yang dilakukan menunjukkan kerja keras tim SAR dan kepolisian dalam menyelesaikan tugasnya.











