Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham PANI Ambruk Tajam, Tergusur dari Top Elite Bursa BEI

242
×

Saham PANI Ambruk Tajam, Tergusur dari Top Elite Bursa BEI

Sebarkan artikel ini
saham pani ambruk tajam, tergusur dari top elite bursa bei kompres
Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) anjlok 30,78% YTD. Emiten properti Aguan ini terdepak dari jajaran top 10 kapitalisasi pasar BEI.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), perusahaan properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan, mengalami penurunan tajam dan resmi terdepak dari jajaran 10 besar kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penurunan ini terjadi di tengah isu yang menyelimuti perusahaan terkait status sertifikat hak guna bangunan (HGB) di area pemasangan pagar laut di Tangerang.

Sponsor
Iklan

Pada penutupan perdagangan Kamis (23/1/2025), saham PANI merosot signifikan dengan penurunan 2.750 poin atau 19,89% ke level Rp11.075. Angka ini merupakan harga penutupan terendah sejak 4 Oktober 2024.

Secara akumulasi, saham PANI telah anjlok 30,78% sepanjang tahun berjalan (year-to-date) dari posisi Rp16.000 per saham pada akhir 2024.

Rentetan Penurunan Saham PANI

Berdasarkan data BEI, saham PANI memerah selama empat hari berturut-turut. Pada 20 Januari 2025, harga saham turun 0,95% ke level Rp15.500, kemudian merosot 9,03% ke Rp14.100 pada 21 Januari 2025, dan kembali melemah 1,95% ke Rp13.825 pada 22 Januari 2025.

Penurunan ini memuncak pada 23 Januari 2025 dengan harga saham terkoreksi tajam ke Rp11.075.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut saham PANI kini memasuki fase bearish setelah meninggalkan level psikologis Rp13.000. “Rekomendasi hold untuk PANI dengan target harga Rp10.350. Pergerakan harga saham saat ini menunjukkan tren bearish,” ungkap Nafan.

Sementara itu, Financial Advisor Sucor Sekuritas, Danika Augusta Sari, menegaskan bahwa level Rp13.000 merupakan batas penting secara teknikal. “Jika level ini tembus, risiko pembalikan tren menjadi bearish semakin besar. Namun, jika tetap bertahan di atas Rp13.000, ada potensi reversal,” jelas Danika.

Kapitalisasi Pasar PANI Tergerus

Selain penurunan harga saham, kapitalisasi pasar PANI juga mengalami penyusutan drastis. Berdasarkan data BEI, market cap PANI kini berada di level Rp187 triliun, turun Rp83 triliun dari posisi Rp270 triliun per 30 Desember 2024. Posisi PANI di jajaran top 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kini digantikan oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang memiliki market cap Rp198 triliun.

Penurunan ini menandai momen bersejarah bagi PANI, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Faktor utama di balik anjloknya saham ini adalah sentimen negatif dari kisruh sertifikat HGB dan laporan keuangan PANI untuk tahun 2024 yang belum dirilis.

Klarifikasi Kuasa Hukum Agung Sedayu Group

Kuasa hukum Agung Sedayu Group, Muannas Alaidid, memberikan klarifikasi terkait status sertifikat HGB yang menyeret PANI. Menurutnya, dari 30 km pagar laut di wilayah tersebut, hanya sebagian kecil yang menjadi milik entitas usaha afiliasi PANI. “Pagar laut bukan milik PANI. SHGB milik entitas usaha hanya berada di dua desa, Kohod Kecamatan Pakuhaji,” tegas Muannas.

Ia juga menambahkan bahwa pagar laut tersebut sudah ada sejak 2014, sebelum proyek PIK 2 dibangun. Hal ini dikonfirmasi oleh Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, yang menyatakan bahwa pemasangan pagar laut bukan bagian dari proyek PANI.

Outlook Saham PANI ke Depan

Meski isu pagar laut dinilai hanya berdampak jangka pendek, investor kini menunggu laporan keuangan PANI untuk periode 2024. Hasil laporan ini akan menjadi indikator penting untuk menentukan prospek bisnis perusahaan ke depan.

Analis memperingatkan bahwa jika kinerja keuangan tidak sesuai ekspektasi, tekanan terhadap saham PANI dapat berlanjut. Di sisi lain, beberapa investor institusi masih mempertahankan saham ini dengan harapan adanya potensi pemulihan dalam jangka menengah hingga panjang.

Penurunan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) menjadi perhatian utama pasar modal Indonesia. Dengan berbagai sentimen negatif yang membayangi, termasuk kisruh sertifikat HGB dan tekanan teknikal bearish, emiten properti ini harus bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan investor.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.