Geser Kebawah
ObligasiPasar

SBN Ritel 2024: Peluang Emas atau Sekadar Investasi Aman?

100
×

SBN Ritel 2024: Peluang Emas atau Sekadar Investasi Aman?

Sebarkan artikel ini
sbn ritel 2024 peluang emas atau sekadar investasi aman kompres
Kemenkeu optimis SBN Ritel 2024, termasuk ORI027, tawarkan imbal hasil kompetitif dan insentif pajak. Simak analisisnya!

JAKARTA, BursaNusantara.com – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan optimisme tinggi terhadap serapan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini, termasuk seri ORI027.

Keyakinan ini didukung stabilitas ekonomi domestik, tingkat inflasi terkendali, dan prediksi suku bunga acuan yang tetap stabil.

Sponsor
Iklan

Kemenkeu: Prospek SBN Ritel 2024 Cerah

Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu, menegaskan bahwa SBN Ritel tahun ini menjadi instrumen investasi menarik bagi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi positif, inflasi terkendali, dan suku bunga stabil menjadi dasar optimisme kami,” ujarnya saat dihubungi Rabu (29/1/2025).

Pemerintah telah meluncurkan SBN Ritel ORI027 dengan dua pilihan tenor:

  1. ORI027T3: Tenor 3 tahun, kupon 6,65% per tahun, kuota awal Rp15 triliun.
  2. ORI027T6: Tenor 6 tahun, kupon 6,75% per tahun, kuota awal Rp10 triliun.

Deni menambahkan, produk ini menawarkan insentif pajak lebih rendah dibanding instrumen lain, sehingga potensial menarik minat investor ritel.


Detail Penawaran ORI027: Kuota dan Periode

Penawaran ORI027 dibuka sejak 27 Januari 2025 pukul 09.00 WIB hingga 20 Februari 2025 pukul 10.00 WIB, dengan total kuota awal Rp25 triliun. Berikut rinciannya:

  • ORI027T3: Kuota Rp15 triliun (60% dari total).
  • ORI027T6: Kuota Rp10 triliun (40% dari total).

Hingga Selasa (28/1/2025), data mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) mencatat penjualan ORI027 telah mencapai Rp375,5 miliar.

  • ORI027T3: Terjual Rp287,9 miliar (1,9% kuota), sisa Rp14,7 triliun (98,1%).
  • ORI027T6: Terjual Rp87,61 miliar (0,9% kuota), sisa Rp9,91 triliun (99,1%).

Respons Investor: Antusiasme Awal Masih Rendah

Meski penjualan awal masih rendah, Deni meyakini tren akan meningkat seiring sosialisasi. “Ini baru hari kedua. Kami yakin minat akan melonjak, terutama dari investor yang mencari instrumen aman dengan imbal hasil menarik,” paparnya.

Fikri C. Permana, Senior Economist PT KB Valbury Sekuritas, memproyeksikan total penjualan ORI027 bisa melebihi Rp20 triliun, bahkan mendekati target. “Kupon lebih tinggi dari ORI026 dan kondisi pasar yang mendukung menjadi faktor pendorong,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (28/1/2025).


Strategi Pembiayaan APBN: Prioraskan Optimalisasi Biaya dan Risiko

Deni menegaskan, penerbitan SBN Ritel dirancang dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global-domestik dan kebutuhan kas negara“Kami fokus pada penerbitan di waktu tepat, biaya optimal, dan risiko terukur,” tegasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada pembiayaan luar negeri, sekaligus memberi alternatif investasi berbasis pasar kepada masyarakat.


Analisis: Mengapa SBN Ritel Layak Dipertimbangkan?

  1. Imbal Hasil Kompetitif: Kupon 6,65-6,75% lebih tinggi dibanding deposito rata-rata (5-6%).
  2. Risiko Rendah: Dijamin pemerintah, cocok untuk investor konservatif.
  3. Insentif Pajak: Pajak final hanya 15%, lebih rendah dari deposito (20%).

Meski penyerapan awal masih lambat, faktor stabilitas ekonomi dan proyeksi kenaikan permintaan membuat ORI027 berpotensi menjadi instrumen andalan portofolio tahun ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.